#40MariBerbagi – Hidup bukan Untuk Gengsi

13 March 2011 § Leave a comment

Takutlah menjadi miskin!

 

Ada kalanya aku berpikir, miskin itu tidak enak. Namun, setiap kali aku memandang dan teringat akan kisah Yesus, aku terketuk dengan kerendahan hati yang diajarkannya. Hari ini, di dalam misa, aku bertanya, Tuhan,apakah hidupku kurang? Tuhan bagaimana agar aku cukup? Tuhan apakah aku harus TAKUT MISKIN?

 

Ya, memang miskin itu tidak menyenangkan. Namun, mana yang lebih baik, miskin harta atau miskin hati? Mungkin keduanya sama-sama tidak enak. Lalu, aku terdiam sejenak, dalam hening di tengah alunan lagu yang mengalun lembut, Dia membawaku pada kisah anakNya. Apakah Yesus terlahir kaya? Apakah Yesus miskin hati? Tidak. Dia miskin harta, tapi dia tidak miskin hati.

 

Apakah Dia mengajarkan untuk gengsi? Tidak. Dia mengajarkan untuk “Berbagi” , agar kita yang telah di beri mau berbagi. Tuhan tidak melarang kita menjadi kaya, tapi Dia akan marah bila diriNya dijadikan nomor dua atau tak lagi diingat.

 

Perenunganku hari ini, membawaku pada sebuah jawaban. Takutlah miskin, namun terlebih lagi takutlah MISKIN HATI. Ketika kau miskin harta, TUhan akan tetap mencukupkan. PERCAYALAH! Namun, jangan biarkan dirimu miskin Hati yang akhirnya akan membuatmu hidup dalam pesona gengsi yang berlebihan.

 

Aku akan merangkaikan sedikit prosa yang terinspirasi ketika saat teduh di gereja hari ini:

Aku mencari angka, menambahkan setiap deret angka sebisa mungkin.

Menyimpan hingga menjadi nomor satu di antar deretan angka yang ada.

Kemewahan akan membawaku pada penghargaan tertinggi sebagai manusia.

Mungkin, lebih baik aku meninggalkan semuanya.

 

SALAH! Ya, ternyata aku salah.

Aku menguras keringat hanya untuk menambah angka, akhirnya hanya angka mati kudapat,

bahagiaku terkubur dalam tak menentu.

Aku kesepian, cinta tak dapat kubeli, hanya kerapuhan yang menunggu waktu.

Akhirnya semua menjadi kosong dan nol sukacita.

 

Sekarang, apakah sudah terlambat?

Tuhan, bolehkah aku menjadi sepertiMu?

Karena aku rindu Kau. SUngguh, hanya bersamaMu kurasakan bahagia penuh.

 

Renungan :

Bekerja boleh, mengembahkan talenta yang Tuhan beri, akan membuatNya senang. Namun, jangan sampai deretan angka menjadi nomor 1. Ada saatnya kita berbagi dari apa yang kita peroleh. Ada saatnya kita perlu lebih banyak bersyukur. Ada saatnya kita ucapkan terima kasih dan hidup rendah hati.

SepertiMu, artinya setia melakukan seperti teladanNya. Rendah hati, mengasihi dengan lebih sungguh, BUKAN UNTUK SEBUAH GENGSI, namun agar bisa lebih dekat lagi padaNya dan menjadi manusia yang siap seperti diriNya.

ubah hatiku seperti hatiMu…Pancarkan kasihMU.. Ku mau jadi sepertiMU..

 

 

Jakarta, 13 Maret 2011

 

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #40MariBerbagi – Hidup bukan Untuk Gengsi at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: