Wajah Aku

17 March 2011 § Leave a comment

Diam. Aku mengawali hidup dalam diam. 9 bulan lamanya, aku menahan suaraku. Hingga akhirnya aku keluar bersama darah dari perut wanita itu.

Tangis. Suara teriakkan pertamaku. Dimana aku menyadari, aku telah berada di dunia. Dengan nafas, aku merasakan gendongan hangat tangan yang membimbingku sampai pada ibuku.

Air mata. Sesuatu keluar dari mataku. Asin terasa dalam mulutku. Semakin meronta, semakin banyak yang keluar.

Senyum. Pertanda aku bahagia. Dimana mereka melucu, aku tersenyum, dan mereka bahagia.

Lalu, itulah AKU. Bernama wajah. Ada kala aku diam, aku bersuara. Aku mengeluarkan air mata, aku menggoreskan senyum. Aku mecium wewangi, aku mendengar alunan musik mengalir.

Kecil. Lalu besar. Dan jadilah wajah berumur. Nol angka awalku, hingga dua digit berangka besar jadi angka akhirku.

Khayalku tak lagi sama. Karena, itulah AKU bernama pertumbuhan. Dunia sama. Karena AKU tetap berjalan bersamaNYA.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wajah Aku at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: