Bukan Senyum Terakhir

23 March 2011 § Leave a comment

Bulir air mata mengalir di saat matahari tersenyum dengan sendunya langit.

Segelas teh hangat menemani disampingnya.

Terduduk diam dengan segala yang ada. Pikiran mengawang jauh ke sana.

Disini aku. Diam. Dengan segala kejadian yang berlalu.

Aku berjalan ke jendela tempatku duduk. Ku tatap sang langit.

luas. Begitu besar.

Disini aku ada. Disini aku diam. Disini aku mencari.

bukan. bukan, ini bukan senyum terakhir.

Ada sebuah cerita. Tentang aku.

Dan ini bukan senyum terakhirku.

Aku boleh menangis, dia boleh tersenyum.

Namun, di atas langit yang luas, aku bisa melihat DIA ada.

Lalu, mengapa aku harus takut?

Dia punya mata untuk melihat. Dia buka tangan untuk memeluk.

Aku kan tetap percaya padaNya.

Jakarta, 23 Maret 2011

 

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bukan Senyum Terakhir at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: