Tanganku (tidak) panjang

1 May 2011 § Leave a comment

Di antara tembok yang berdiri kokoh, aku dan kamu berhadapan. Gemuruh gaduh angin berhembus, menghalangi padang mata antara kita.

Kau dan aku saling mengulurkan tangan diantara lantai pijak yang terpisah.

Inilah menjadi sebuah cerita. Saat tanganmu menyapa tanganku, untuk pertama kali tanpa dipisahkan oleh tembok. Saat tanganmu menyapa tanganku, untuk kesekian kali, hingga tembok memisahkan.

Akhirnya, aku menyadari, tanganku tidak panjang untuk meraihmu. Sungguh, aku inginkan bisa. Namun, tembok terus menghalangi.

Kau teriakkan, “AKAN AKU HANCURKAN.” Namun, nyatanya kau biarkan dia tetap ada dengan harapan kosong.

Sayang, tanganku tidak akan bisa menjadi panjang, namun hatiku selalu sampai meraihmu, tapi akhirnya tanganmu tak lagi terulur.

Jakarta, 1 Mei 2011

Sebuah cerita fiksi

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tanganku (tidak) panjang at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: