Senja

4 May 2011 § Leave a comment

Aku bukanlah pagi.

Saat langit membiru, aku akan menjadi kelabu.

Di antara putih, aku akan mencampur berbagai warna.

Dia menatapku. Dia diam.

Aku tidak mengerti, namun aku berusaha mencari tahu apa maksud dibalik semua ini.

Dia tersenyum. Dia berlalu.

Apakah aku salah mengerti?

Bukan mauku untuk membuatnya gundah.

Aku hanya inginkan dia tahu.

Dia senja. Dia senja yang dinantikan.

Apa yang dia bicarakan?

Dia merindukan. Dia menunggu.

Aku tatap dia. Aku lihat dia.

Dia mengenal namaku. Namun, kenapa dia selalu diam?

Dia senja. Dialah yang termimpikan setiap malam

Sekarang dia sudah menjadi angin yang berlalu,

karena telah senja  berganti malam.

Jakarta, 04 Mei 2011

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Senja at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: