Layang-Layang

12 August 2011 § Leave a comment

” Mengapa langit? ” tanyanya.

Aku menatapnya.  ” Mengapa layang-layang?” balasku padanya. Aku berjalan melaluinya. Mendengar dia memanggil namaku, aku terdiam sejenak.  Tidak sanggup menatap matanya dengan air mata ini.

” Mengapa? Aku tidak pernah mengerti. Inikah yang kau cari?”  Apa yang aku cari? ” Aku tidak tahu, ” jawabku pelan.  Dia menghampiriku, menarik lenganku, memaksaku menatap matanya. Aku palingkan wajahku darinya. Pria inikah, Tuhan?

” Mengapa?” tanyanya lagi.  ” BERHENTI TANYA MENGAPA!! AKU MUAK!! ” teriakku melepaskan genggamannya, menghapus air mataku. ” AKU MUAK! Mengapa langit? Dia  tidak menjadikan aku layang-layangnya. Dia tidak mengulur atau menarik aku. Dia menggenggam aku dengan halus. Dia yang tidak aku inginkan, tapi dia yang lebih baik dari yang aku inginkan. Lebih baik dari KAMU! Sekarang, MENGAPA KAMU YANG HARUS AKU CINTAI? MENGAPA HARUS LAYANG-LAYANG YANG AKU CINTAI dan BUKAN LANGIT? ” aku berlari meninggalkannya.

Tidak ada lagi pertanyaan mengapa. Tidak ada lagi yang menarik atau mengulurnya. Hanya ada aku dan dia sekarang. Hanya ada ketidaksempurnaan yang menciptakan cerita baru tentang cinta kami.

****

Sebuah cerita fiksimini.🙂

Tagged: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Layang-Layang at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: