Tertembak

23 August 2011 § 2 Comments

Rasanya ingin menangis. Seakan air mata tak bisa aku bendung. Yang aku tahu, aku terlalu bahagia untuk bermimpi. Ya, seakan aku tertembak oleh banyak harapan bernama mimpi.

Bukan, bukan takut, bukan pula sakit. Aku hanya terlalu bersyukur. Melihat, membaca, menonton seakan aku sungguh merasakan mimpi itu akan jadi kenyataan.

Kapan? Aku tidak bisa bilang sekarang. Karena inilah air mataku, berjuang untuk meraihnya. Terkadang terasa luka akan tembakkan itu. Terkadang terasa tersenyum bahagia.

Ya, aku telah tertembak lama, hingga membekas, hingga menggoreskan senyuman.

Mungkin inilah awal hidupku, karena mimpi membuat hembusan nafasku terasa berharga.

Jakarta, 23 Agustus 2011

Tagged:

§ 2 Responses to Tertembak

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tertembak at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: