Bila Duniaku dan Dunianya menjadi Satu

28 August 2011 § Leave a comment

Aku sering bermimpi. Melihat dia dalam mimpiku, pria yang aku rindukan. Di sinilah aku sekarang berada. Dunia yang melahirkan aku. Ketika akutidak mampu berjalan, dunia mengulurkan tangan menuntun langkahku. Kata orang, dunia mimpi lebih kejam dari yang nyata.

****

Kata orang, pria lebih mudah melihat kesempatan apalagi ketika seorang wanita cantik mendekatinya, serasa dunia baru diciptakannya. Tidak denganku. Aku mencintai wanita, makanya aku terus mencari. Secara logika, benar wanita itu menyebalkan. Tapi aku percaya, tidak untuk wanita yang akan menjadi istriku kelak. Aku akan menjadi pria yang paling beruntung, saat aku bisa menatap mata wanita itu.

*****

Ini dunia nyata. Ini dunia Eline, ini dunia Bima. Eline memimpikan seorang pria yang kelak menjadi ayah bagi anak-anaknya. Eline terus mencari. Apa daya, ia hanya bisa memandang tanpa bisa mengutarakan perasaannya. Bima seorang pria, berada dalam hidup untuk memilih wanita yang akan menjadi idamannya. Berbeda dengan Eline, Bima begitu mudahnya untuk mengutarakan perasaannya, namun apa daya, Bima hanya bisa diam karena meragu.

*****

Pertemuanku dengannya tidak terduga. Aku pernah bermimpi dalam duniaku tentangnya, pria yang terlalu aku rindukan. Aku tak pernah menyangka, senyumku membuat mataku bertemu dengan matanya dan berkenalan dengannya. Sudah lama aku merindukannya dan kini dia datang. Kata orang, dongeng itu tidak nyata. Tidak dengan dongeng dalam duniaku.

*****

Manis senyumnya, membuatku yakin dialah wanita yang ku cari. Keberanianku berkenalan dengannya muncul saat dia menatap mataku. Pertemuan yang terlalu aku nantikan, dan sudah kuduga sejak lama. Dialah peri yang aku cari. Kata orang, pria gombal tidaklah setia, namun tidak bagi duniaku.

*****

Dunia berhenti saat dunia Eline dan dunia Bima menyatu dalam satu waktu. Dua insan yang saling membelakangi dalam perjalanannya, bertemu dalam satu titik waktu. Bila ini adalah cinta yang di nantikan, bagi Eline ini adalah dongeng nyatanya, bagi Bima ini adalah malaikat yang dicarinya. Tidak ada seorangpun yang mempercayai pertemuan singkat yang menjadi cinta. Kata orang, cinta itu buta. Namun bagi Eline, cinta membuatnya melihat dan bagi Bima, cinta membuatnya berkata. Hati yang terlalu mengkilau membuat mata terpejam, tidak dengan mereka. Hati mereka bagaikan warna-warni pencil warna yang mewarnai dunia baru mereka berdua yang telah menjadi satu.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bila Duniaku dan Dunianya menjadi Satu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: