Aku (hanya) Tak Ingin MelewatkanMu

14 September 2011 § Leave a comment

Hampir seumur hidup aku mengenal Tuhanku. Mungkin tidak sedalam mereka, namun aku tahu aku sungguh mengenalNya.

Dan ini sebuah refleksi hidupku. Sejak aku kecil, aku hidup dalam ketakutan. Yes, that’s true! Aku pernah dimusuhi satu kelas, yang akhirnya membuatku jadi curigaan. Buruknya, aku memusuhi mereka dan memusuhi diriku sendiri. Hingga suatu saat, dalam ketakutan, aku menjadi orang yang sangat pengalah. Aku mengalah sama kesalahan temanku, mengalah pada diriku sendiri, hingga aku menjadi lemah. Ya, aku tahu diriku lemah.Namun, AKU BENCI LEMAH. Aku berjuang mempertahankan diriku kembali tersenyum dengan mengajak diriku bertengkar. Aku hanya ingin hidup DALAM SENYUMAN. Dan, disitulah aku bertemu dengan Nya.

 

Mungkin banyak hal yang telah aku lewatkan dalam ketakutanku. Pagi ini, tiba-tiba aku bertanya pada diriku sendiri. Dimana aku saat aku berumur 14 tahun? Dan itu membuat aku merenung. Apa yang telah aku lewatkan?  Teman-temankah? Ya mungkin aku melewatkan mereka. Kekasihkah? Ya, mungkin aku melewatkan dia. But the truth is in the deep of my heart i miss them so much! Mungkin ketakutan gue lah yang membuat gue menjadi seorang yang lebih nyaman dengan rasa iri daripada bersyukur.Dan jujur, aku benci perasaan seperti itu!

 

But, thanks GOD, mungkin aku belum melewatkan Dia selama hidupku. Saat aku dimusuhi diriku dan mereka, aku selalu ingat doa. Saat aku sepi, aku ingat Dia. Saat aku menangis, aku selalu mencari Dia. Saat aku bahagia, nama Dia selalu ada dalam ucapan terima kasihku. Ya, itulah kenyataannya!

 

Namun, aku tidak bisa luput dari DOSA. Dia menarik aku dari dosa yang mengikat. Sayangnya, seringkali aku menepis tanganNya, membiarkan diriku nyaman dalam dosa. Hingga akhirnya ketakutan itu muncul kembali. Sekarang, aku tidak takut sendiri lagi, tapi yang paling menakutkan aku terlalu takut untuk hidup. Mungkin aku terlalu takut  menjadi sahabat , teman, anak dan kekasih. hingga kusadari aku belum menemukan sahabat, teman, kekasih yang terbaik dan menjadi seorang anak yang baik. Mungkin aku terlalu takut menjadi diri sendiri. Bukan karena tidak percaya diri. Hanya saja aku nyaman dalam ketakutan itu. Mungkin aku takut  memaafkan. Mungkin aku takut melupakan. Namun aku sadari,  aku benci takut, tapi aku nyaman dalamnya.

 

Dan inilah refleksiku, keinginan terbesarku adalah aku hanya tak ingin melewatkan Dia. Aku hanya mau menjadi teman, sahabat, kekasih dan anak tanpa perlu takut pada diriku sendiri. Aku mau keluar dari kuburan bernama ketakutan.  Apakah aku bisa? Aku percaya aku bisa.

 

Tuhan bekerja dengan berbagai cara. Hari ini aku tersadari dari beberapa blog yang aku baca. Bagaimana mereka menceritakan hidup mereka di dalam Tuhan. Bagaimana mereka dengan segala kekurangan mereka bisa bahagia. Bagaimana mereka yang sakit keras, mereka bisa tetap hidup dan bercerita bahkan memotivasi banyak orang.

 

Aku telah melewatkan beberapa tahun dalam kesendirianku, hari ini Tuhan membuka mataku untuk mengajak aku keluar bersamaNya. Meraih mimpi, mencari sahabat, menemukan kekasih, membangun sebuah keluarga, dan  tetap tersenyum pada dunia yang jahat ini. Sekarang aku menjadi sakit, karena aku tahu aku akan sembuh, maka aku berjuang melawan rasa sakit itu. Sakit hati, sakit jiwaku, sakit pikiranku, sakit hidupku, kuserahkan semua kedalam Tuhan. APakah ada satu manusia yang luput dari semua itu? Aku rasa tidak.

Tapi selalu ada manusia yang bertahan dan berjuang untuk tetap hidup didalam Dia karena mereka terlalu merindukan Tuhan dan tidak pernah ingin melewatkanNya, salah satunya adalah aku. Bumi boleh bergoncang, namun kasih setiaNya tak berhenti  dariku. 

 

Ku tak hebat, tapi Allahku dasyat, dan itu saja yang harus aku ingat. Di dalam Dia aku  akan bersinar terang.🙂

 

Tuhan Berkati!🙂

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aku (hanya) Tak Ingin MelewatkanMu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: