Sun

21 September 2011 § Leave a comment

Sun, begitulah semua memanggil aku. Sun berarti matahari. Sun kependekan dari Sunday. Mengapa ibuku memberi namaku Sunday? Simple, karena aku lahir di hari minggu dan kebetulan bertepatan dengan hari kesukaannya.

Namun, aku tidak pernah bisa cocok tinggal di desa tua ini. Tua, dan tidak kumuh. Tua, dan tidak miskin. Hampir semua penduduk memiliki sawah.

Dulu aku menyukainya. Desa asri seperti yang di lukiskan banyak anak kecil di atas kertas gambar. Sekarang semua berubah kelam. Sebuah peristiwa telah memutar balikkan desa tua ini. Sejak itu, aku hanya ingin keluar dari desa ini.

Ketika semua sawah habis termakan hama, dan hampir semua penduduk terkenah wabah penyakit, mereka yang berasal dari kota datang, merebut semuanya. Meninggalkan luka, dan mematikan desa ini. Dan akhirnya desa ini menjadi sebuah kenangan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sun at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: