Rindu

8 October 2011 § Leave a comment

Malam semakin larut, detik jam tak berhenti berputar. Langit memancarkan cahaya bulan. Terlihat lukisan darinya. Cermin memantulkan bayang. Tanda rindu tergores nyata. Dimanakah aku?

Terperangkap dalam sebuah drama. Memaksa hari berlalu begitu cepat. Dalam gelap merasuk angin rindu. Dimanakah dia?

Terdiam, aku hanya bisa diam. Ketika aku mulai rasakan, ada ruang terbuka. Dan disitulah rinduku bersemayam. Dalam pejaman mata, tak lagi aku bertanya dimana, karena ku lihat nyata bayangmu menghampiriku. Memelukku ditemani sinar rindu dari angkasa.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Rindu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: