Renungan

13 October 2011 § Leave a comment

Detik berlalu dengan cepat, tak bisa ku putar kembali.
Satu persatu jejak lankah datang dan menghilang. Bernama bahagia, bernama kesedihan.
Semua saling menyalakan. Padahal sumber datangnya mereka adalah diri sendiri. Yang kurang hanyalah ketika kau tidak berserah padaNya. Lalu kau mencari Dia yang tak terlihat, dan berkata kecewa. Hingga alasanpun muncul saat kau hanya ingin mengikuti egoismu. Kau bertanya apa yang Dia percayai, padahal kau tahu memang hanya Dia satu-satunya sumber kepercayaan. Sekarang, kau hanya ingin menghentikan nafasmu ketika kau panggil Dia, namun tak melihatNya. Padahal, sejak kau lahir DIA tidak terlihat, disembah berbagai cara, Dia selalu setia menyertaimu memberikan bahagia padamu. Apa yang ada di dunia nyata adalh hidup. Apa akhir dari hidup, bagaimana bila kau serahkan padaNya terlebih dahulu? Karena Dia tahu apa yang kau butuhkan terlebih dari yang kau inginkan….

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Renungan at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: