Ketika Menutup Mata

24 October 2011 § Leave a comment

Ada cerita, saat kau membuka mata. Dan cerita itu akan tetap ada meski kau menutup mata.Namun, ini adalah tentang ketika menutup mata.

 

Adalah pikiran yang mengontrol perjalanan hidup seorang manusia. Berjalan, melihat, mendengar, menulis, tertawa dan menangis, berkata, merasakan. 5 indera indah dalam tubuh adalah keajaiban pertama seorang manusia.

 

Saat berjalan, kakipun melangkah. terkadang bisa melambat, terkadang bisa cepat. Bagaimanapun kita melangkah, kaki akan membawa kita pada suatu arah. Perjalanan dalam perputaran waktu adalah keajaiban kedua seorang manusia.

 

Telinga terbuka, suara angin mendesir, suara burung berkicau, suara alunan alat musik, suara nyanyian, suara dunia akan terdengar olehnya. Kanan dan kiri saling melengkapi. Mendengarkan suara dunia, seakan mendengarkan suara hati menjadi keajaiban ketiga manusia.

 

Panas, dan dingin. Ada rasa ingin tertawa, ada rasa ingin menangis. Bahagia dan sedih, menjadi perpaduan rasa dalam setiap perjalanan. Dan rasa ini adalah keajaiban keempat dalam diri manusia.

 

Tangan bergerak, menggoreskan kata. Tangan mengayun, melukiskan cerita. Tangan bergoyang, membuat makanan lezat. Tangan membuka, tangan menutup. Tangan bersalaman, tangan memeluk. Saat hampir terjatuh, tangan akan menjadi pegangan. Saat air mata mengalir, tangan menghapusnya. Setiap lukisan dalam cerita maupun kata, tangan membentuknya indah menjadikan keajaiban kelima yang dimiliki manusia.

 

Dia tersenyum, dia berkata, dia bernyanyi. Dia menjadi keindahan sebuah ciuman. Dia menjadi pengaruh dalam setiap kata terucap. Dia keajaiban keenam dalam diri manusia bernama mulut.

 

Dua bulat bernama mata, menghiasi wajah setiap manusia. Saat mereka terbuka, dunia terlihat. Terkadang yang tak terlihat, dirasakan dilihatnya. Terkadang yang tersembunyi, menjadi nyata. Hanya terlihat ketika mata terbuka. Dialah keajaiban ketujuh.

 

Lalu, ketika mata tertutup, semua keajaiban dalam diri manusia terkadang lenyap dalam balutan keputusasaan. Merasakan ketakutan dalam gelapnya mata yang menutup. Dunia terasa runtuh berkeping. Seakan tak ada lagi harapan. Seakan keajaiban hanyalah kesia-sian. Melupakan segala sesuatu ada waktunya. 

 

dan setiap waktu adalah bentuk syukur yang harus terucapkan.

 

hentikan keluhan!

 

rasakan keajaibannya.

 

Dunia

 

aku

 

kamu

 

Dia

 

satu.

 

 Jakarta, 24 Oktober 2011

 

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ketika Menutup Mata at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: