Wajar

21 February 2012 § Leave a comment

Cemas, takut, khawatir semua adalah perasaan yang wajar.

Kau menipu dirimu sendiri, hanya untuk mencari kebahagiaan itu adalah wajar.

Padahal, kenyataannya dirimu sudah bahagia, dan kau tahu itu.

Segala sesuatu yang ada di sekitarmu adalah additional alias tambahan.

Orang tua, saudara, pacar, teman, dan orang-orang yang kamu jumpai itu memiliki kebebasan untuk hidup.

Mereka punya kebebasan untuk melakukan apa yang kamu mau.

Apa yang perlu kamu lakukan untuk membantu mereka? Tidak ada.

Biarkan saja mereka bebas berjalan.

Dan biarkan dirimu sendiri bebas menjadi siapa kamu.

Tidak perlu terlalu berusaha keras untuk membuat semua orang bahagia.


Karena sumber kebahagiaan ada di dalam hatimu sendiri, di dalam dirimu sendiri.

Yang perlu kamu lakukan adalah komitmen.

Yang perlu kamu pelajari adalah menerima segala kebaikannya.

Menghitung setiap yang buruk dari setiap yang ada di dunia ini hanya akan membuatmu jauh dari bahagia.

Semua orang tidak sempurna, karena itulah mereka bebas menentukan untuk pelajaran hidup mereka.

Dan kamu punya pilihan. Apapun pilihan kamu, ada resiko yang kamu tanggung.

Berani berbuat, berani bertanggung jawab.

Hari ini kamu bisa menerima dan mendapatkan semuanya, bersyukurlah!

Kalau besok kamu kehilangan, bersyukurlah!

Namun, tetaplah percaya, kamu akan memperolehnya lagi.

Roda terus berputar.

Ada kalanya kamu menangis, ada kalanya kamu bahagia.

Namun, bebaskan dirimu dari pikiran yang membuatmu jauh dari bahagia itu.

Pikiran bahwa semua yang kamu mau, semua yang ada disekitarmu akan membuat kamu bahagia.

Karena pada akhirnya apa yang kamu kira istimewa dan membuatmu bahagia akan menjadi biasa saja…šŸ™‚

Yang kamu alami saat ini, wajar!

Selamat datang di kehidupan nyata yang baru akan kamu mulai!šŸ™‚

Temukan terus siapa kamu sebenarnya, maka kamu akan menemukan arti cinta yang sesungguhnya.

Lalu, kamu akan merasakan cinta yang tulus itu.šŸ™‚

PS :

Dear me in the future,Ā 

Kamu sudah sangat tahu jawaban atas hidup kamu,atas bahagia kamu. Sekarang sudah cukup kamu menipu dirimu lagi. Kamu sudah bahagia! Lihat cermin, lihat senyummu, lihat wajahmu, lihat dirimu. Kamu ada, maka kamu ada. Kamu bahagia, maka kamu bahagia. Terimalah dirimu apa adanya, kekuranganmu, kelebihanmu dan semuanya. Maka kamu akan lebih mencintai hidupmu. Jangan terlalu berusaha mencari yang terlihat.Ā Karena kamu akan jadi buta dan akan terasa kosong. Lihatlah apa yang sudah kamu lihat dan sudah ada di depan matamu sekarang, hari ini.šŸ™‚

 

Terinspirasi dari buku Anthony De Mello, percakapan dengan teman-teman, perenungan serta perjalanan selama beberapa bulan belakangan ini.

Ā 

Tagged: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Wajar at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: