Aku (Sudah) Tahu Sejak Dulu

28 February 2012 § Leave a comment

Ya, aku menatap langit yang sama, hanya di jam, hari , bulan dan tahun yang berbeda.

Aku pernah ada di masa lalu itu. Saat aku kian mencari, memaafkan dan menyembuhkan.

Aku sekarang ada di masa ini. Saat aku menemukan, terluka dan di maafkan.

Inilah masa depan yang aku cari di masa lalu. Benar, menakutkan. Aku sudah tahu sejak dulu, bahkan sebelum aku menginjakkan kakiku sekarang ini.

Pasang surut kehidupan aku jalani. Namun, hidupku masih terasa dangkal. Terlalu takut aku tenggelam di tempat yang sangat dalam. Hanya karena aku takut tubuhku tak bisa digerakkan lagi. Padahal, aku sudah tahu sejak dulu, bahwa aku bisa berada di tempat yang dalam sekalipun.

Jejak kakiku sudah ku tinggalkan jauh disana. Jejak kakiku sekarang, tempat aku diam berdiri. Memutuskkan ke arah mana aku akan berjalan.

Dalam lubuk hatikku, aku ingin berjalan maju. Karena aku tidak suka mundur. Ya, mundur akan memberikan aku kenyamanan. Dan aku sudah tahu bahwa ketika aku maju akan sangat banyak ketakutan.

Bahkan aku tahu ketakutan dalam hidupku sudah terlalu berlebihan. Yang rasanya tidak pantas aku menjadi manusia. Aku sudah tahu apa yang harus ku lakukan namun aku lebih sering memilih membatu dan menyatakan nyaman di dalamnya.

Ah, bertapa munafiknya aku. Terlihat manis di luar, namun sangat pahit di dalamnya. Aku sudah tahu sejak dulu, lalu aku mengulang apa yang ku ketahui. Akhirnya tak ada perubahan.

Jujur, aku tak pernah suka diriku yang seperti ini. Padahal aku sudah tahu, bahwa aku sebenarnya sangat pemberani. Mengapa? Aku suka melihat banyak hal baru di dalam hidup ini. Namun, aku memakai topeng itu terus.

Sudahlah, aku sudah tahu, bahwa inilah proses. Lagi akan aku tuliskan bahwa ini proses yang sakit. Bejana yang dibentuk.

Anggaplah aku jahat, membuat Tuhan menangis setiap hari. Namun aku sadari inilah hidupku yang dibentuk olehNya. Bahwa aku berusaha keras membuatNya tersenyum setiap hari. Aku sudah tahu, ketika Tuhan menangis, hatikupun menangis. Betapa malunya aku.

Ah Tuhan, ampunilah aku.

Ya, ya, aku sudah sering berkata siap. Namun, aku sering juga mundur. Padahal aku sudah tahu bahwa ketika aku menyerahkan diriku, semua akan baik-baik saja.

Ah Tuhan, maafkan aku.

Diriku, maafkan aku.

Aku sudah tahu sejak dulu, cinta itu indah namun penuh luka. Karena itulah aku rindu cinta, namun ketika cinta datang, aku jadi takut.

Aku TIDAK mau lagi takut Tuhan. Kau adalah cinta. Kau berikan aku cinta, warna-warni cintaNya. Dan saatnya aku membagikan cinta itu juga. Saatnya aku percaya akan kekuatan cinta. Karena cinta itulah yang akan menjadi bagian dari setiap cerita di dalam perjalananku Tuhan. Aku sudah tahu sejak dulu.

Tuhan, inilah saatnya aku sungguh sungguh berserah pada hal yang sudah aku ketahui sejak dulu.

Aku siap. Aku akan tunjukkan bahwa aku siap. Sudah cukup aku berdiam lama disini. Sekarang aku mau jalan. Aku akan buktikan perjalananku Tuhan. Perjalananku ketika aku berserah padaMu. Perjalananku ketika Kau menggandeng tanganku. Perjalananku ketika Kau memeluk aku.

Aku sudah tahu, aku bisa. Maka aku akan bisa..πŸ™‚

Sudah cukup, aku melihat air mataMu Tuhan.

Sudah cukup, aku untuk terlalu takut berjalan bersamaMu.
Saatnya, aku berserah dan menyerahkan semua yang ada dalam hidupku, kepadaMu.

Sudah saatnya aku memecahkan batu di dalam diriku yang aku kubur begitu lama. Dan biarkan Engkau kembali masuk dalam hidupku Tuhan.

Sudah saatnya aku sungguh dan sungguh percaya sama Engkau Tuhan.

Mengapa? Karena Kau sudah terlalu baik bagi hidupku. Sangat baik Tuhan.

Biarkan aku takut untuk melukai hatiMu, bukan lagi takut berjalan bersamaMu.

Aku percaya, ya aku percaya. Sudah dari dulu aku tahu, dan aku percaya, Kau sahabat terbaikku Tuhan.

Sekarang, terjadilah padaku seturut kehendakMu…πŸ™‚

ubah hatiku seputih hatiMu.. Setulus salibMu… KasihMu Tuhan… Biar mataku… Seperti mataMu…. Pancarkan kasihMu.. Ku mau jadi…. Seperti Mu….

Terlalu sering aku menuliskan renungan ini. Aku di masa depan, semoga semoga dan semoga batumu sudah sungguh pecah…πŸ™‚

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aku (Sudah) Tahu Sejak Dulu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: