Tulang Rusuk

1 March 2012 § Leave a comment

Aku tidak bisa menjadi seorang pria, karena aku  di ciptakan untuk menjadi tulang rusukmu. Ya, aku adalah wanita yang menganggumi kehadiranmu dalam hidupku. Di sudut aku duduk memandang. Membayangkan setiap senyummu. Tatapan hangat yang tidak bisa aku lupakan. Aku  menatap layar laptopku. Mengetikkan cerita tentang kita.

Apakah aku dilahirkan untuk terus menulis? Ah, aku tidak tahu. Aku selalu tersenyum saat memandangmu dari anganku. Dan inilah cerita kita.

Kamu menyapaku ,memelukku, menciumku, mengandengku. Dua dunia  yang tak bisa aku mengerti. Tapi aku tahu.

” Mawar,” bisikmu di telingaku.Aku menatapmu sambil tersenyum.

Inilah dirimu yang sekarang, setelah kau membuangku, dan kini kau terperangkap untuk menjadi bagian dari ceritaku lagi.

Kau tidak bisa lari.


Sebuah fiksimini, cerita 111 kata 

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tulang Rusuk at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: