Merasakan

11 March 2012 § Leave a comment

Sudah tidak perlu lagi menipu diri! Sudah cukup kau hidup dalam kebohongan!

Jujurlah sekarang!

 

Kata orang, kata hati tidak pernah bisa menipu. Sekarang aku mengerti.

Sebesar apapun usahaku untuk melupakan, namun hatiku tak pernah bisa.

Sebesar apapun aku menipu diriku bahwa aku tidak mampu dan itu bukan mimpiku, namun hatiku tak pernah bisa.

 

Setiap mereka membaca tulisanku, setiap mereka melihat aku, mereka menyebut aku penulis.

Jujur, aku tidak pernah mau dibilang penulis. Entah apa alasannya, hanya saja aku tidak mau.

Aku berusaha menipu diriku dengan berkata,itu bukan mimpiku.

Namun, sejauh apapun aku lari, aku merasakan bahwa itulah mimpiku.

 

Aku benci ketika mereka bilang, aku hanya bisa nulis di tweet , hanya bisa nulis di blog, dan itu semua topeng

Akhirnya mereka bilang aku  “MUNAFIK!”

Adakah orang yang senang dibilang seperti itu? aku rasa tidak ada.

Namun, benci dengan cinta benar-benar beda tipis.

Ya, aku benci, namun aku mencintai mereka yang menyebut aku seperti itu.

Karena aku kembali lagi merasakan bahwa ya penulis  adalah impianku.

Sejak kecil, aku memiliki keinginan untuk menjadi penulis.

Sejak dulu, aku gagal, namun dengan berbagai alasan aku membiarkan kegagalan itu .

Mimpiku terkadang berantakan.

Aku akui, aku hidup dalam sebuah denial dalam waktu yang cukup lama.

 

Namun, bukan berarti aku diam dan tidak melakukan apapun.

Aku memulai dari usaha yang sedikit. Dari usaha yang menurut orang dan diriku sendiri belum ada apa-apanya.

Dan sekarang, mereka kembali menegurku.

Kembali membuka topeng mimpiku.

Kembali membuatku merasakan. Bahwa aku ingin jadi penulis.

 

Bahwa, aku ingin dan ingin dan sangat ingin untuk hidup merasakan menjadi seorang  penulis.

Aku merasakan jiwa itu muncul kembali.

Oh Tuhan, kalau aku menyia-nyiakan kesempatan berbagi dalam setiap tulisanku, aku hanya akan membuat malu diriku.

 

Aku tak ingin apa-apa, aku hanya ingin mereka membaca tulisanku.

Saat mereka membaca tulisanku, aku ingin mereka merasakan air mata, merasakan amarah, merasakan senyuman, merasakan getaran dalam hatinya, merasakan sukacita, merasakan hidup dan merasakan kenikmatannya.

Aku hanya ingin bilang sama mereka dalam tulisanku, bahwa mereka tidak pernah sendiri dalam setiap emosi yang mereka rasakan. dan badai sungguh akan berlalu.


Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Merasakan at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: