Senja

4 April 2012 § Leave a comment

Bagaimana aku bisa berhenti menulis tentangmu? Apakah mungkin?

Karena kamu selalu menganggu waktuku saat aku merangkai cerita yang bukan untuk kamu.

Kalau ada satu alasan saja, bolehkah kau katakan padaku?

Ah, apa alasan itu? Yang ku tahu, aku terlalu menganggumi warnamu.

Hadirmu, menghangatkanku. Aku rasa, aku tidak butuh alasan.

Saat mereka mengumbarkan kegombalannya, senyumku tersimpul menatap warnamu.

Tidak, aku tidak mengkhianti kekasihku. Karena kau sahabatku, dan dia mengerti.

Oh senja, apakah aku harus merangkai seribu ucapan manis yang palsu untuk menghentikanmu dari pikiranku?

Aku rasa, aku tidak sanggup.

Karena kamu sudah manis di dalam pikiranku. Sulit membuatmu menjadi pahit.

Kalau aku tidak mengenalmu, mungkin aku tidak akan mengenal dia.

Ah, senja, apa maksudku ini? Andai aku mengerti.

Senja, aku merindukan langitmu.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Senja at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: