Bila Malam Menyambut

10 April 2012 § Leave a comment

Tidak. Aku sudah berhenti mendengar detak jarum jam yang berputar. Aku memasuki dunia yang belum aku kenal. Kata demi kata yang tersusun, terbaca dengan ringan oleh mataku. Berapa lama aku diam disini? Cukup lama.

Yang aku dengar suara percakapan di telepon, suara ketikan di keyboard laptop, suara teriakan memanggil nama, semua terdengar asing. Aku tatap sejenak setiap sudut ruang ini. Trattoria. Apa artinya? Apakah aku perlu peduli?

Aku putuskan untuk fokus kembali pada buku yang aku baca. Menenggelamkan diri dalam kesunyian. Ah, percuma. Aku tutup bukuku. Ku layangkan pandangku pada sekitarku. Berapa lama aku menunggu? Pertanyaan yang tepat untukku yang seharusnya dari tadi aku sadari. Sudah sejam berlalu? Oh, kemanakah dirimu? Dengan berbalut gaun sederhana berwarna soft pink, aku duduk ditemani sebuah buku yang kau karang, menunggu kekasihku menyapa, menghabiskan 2 gelas wine seorang diri. Lalu, dimanakah dirimu?

Gundah terasa dalam hatiku. Ku lihat riuk pikuk keramaian tempat ini. Pikiranku kembali pada nama restoran ini. Bukan, tepatnya sebuah bar. Manis. Apa yang bisa aku gambarkan? Aku lihat sepasang kekasih saling tersenyum bergandeng tangan. Aku lihat alunan lagu mulai dimainkan. Musik romantis untuk melamar kekasih wanitamu.

Sudah. Apakah lebih baik aku tinggalkan? Sudah. Mungkin sudah cukup dengan janji palsumu.

” Waiter! Can i get a bill? I want to leave now.”

Bip Bip..Bip Bip…

Babe, sorry i’m late. I already in here,” katanya.

” Jo, you late for one hour! I’m gonna leave now,” balasku menutup telepon dengan nada kesal. Dari kejauhan aku melihat sosok pria berjas berlari menghampiriku.

” Emm..Emm.. I’m so sorry. Can we sit now?” katanya sambil mengatur nafas.

Aku mengikuti langkahnya kembali ke tempat dudukku. Lalu dia memegang tangankku. Lagu berhenti. Lampu seketika meredup. Aku diam. Aku lihat seorang pemain biola menghampiri meja kami, seorang pelayan membawa sebuah kue, seorang yang lain membawa kertas bertuliskan, ” Sorry for late come to here. Sorry for late come to your heart. Sorry for late to know you. But i will be sorry if i dont ask you this… Will you married me? Because i hate to said sorry to missing you for a moment. And i want to grow old with you without missing any chance again to love you..”

Apakah aku sudah kembali ke dunia?  Apakah benar malam sudah menyambut? Apakah waktu ini sudah berjalan cepat atau justru melambat? ah, semoga ini nyata…

Tagged: ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bila Malam Menyambut at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: