Sigit dan Langit

18 April 2012 § Leave a comment

Ya, dimulai dari namaku, Sigit. Pria, berkacamata, ideal bagi beberapa wanita. Sebutlah dia, Langit. Wanita bermuka manis, bertubuh mungil, ideal bagi beberapa pria.

Ruang ini sempit. Aku putarkan alunan musik akustik, mengiringi tubuh yang menyatu.

” Sigit!” ucapku. Dia tersenyum. Aku tatap matanya lembut, aku persilakan dia duduk. Perbincangan kami dimulai.

Denting berbunyi, seiring desah yang bersahutan. Aku yakin ini cinta.

Melodi nikmat, mengiringi malam. Jiwa memberontak, membabi buta merasuk dalam jantung.

” Langit… Bernafaslah sayang! Langit… Bangun!!”
Berhenti seketika, saat karma menjawab luka yang kau goreskan pada tubuh.

kalau aku putih, aku cahaya. Meski gelap, langit tetap terang. Karena aku adalah karmamu, maka deritamu kan kau tanggung dalam cinta di antara waktu yang berhenti.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sigit dan Langit at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: