Di Sudut

21 April 2012 § Leave a comment

Mungkin aku sudah gila, kata mereka. Aku buka kedua mataku, melirik pada terang di atas kepalaku. Kaki berhenti melangkah, di pinggir jalan raya, aku melihat mobil berjalan searah denganku. Etalase toko bergaya kuno, memperlihatku berbagai warna kue dan pakaian yang ditawarkannya.

Pikirku terus melayang. Aku dorong kereta berisi rumahku. Di antara angin yang berhembus, aku terobos terang jalannya.

Dimana aku? Sudut kota terpencil, tempat kau menjual jiwaku, dan membiarkan diriku bernyanyi.

2 orang pria berseragam, membogrol kedua tanganku. Mereka berteriak, aku gila.

Sayang, kembalikan jiwaku bersama rumahku!

Di sudut ruang jeruji, aku tertawa, berbalut baju putih. Nafas berhenti seketika dalam waktu.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Di Sudut at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: