Ketika Tuhan Bicara

26 April 2012 § 1 Comment

Senja. Langit bermekaran dalam warna jingga. Riuk pikuk kota terdengar seperti biasa. Aku berjalan bersama doa yang terucap ketika pagi membuka mata. Hari yang sama. Hanya waktu yang berbeda. Sekelompok penjual makanan, menjajahkan masakannya kepada para pekerja yang beristirahat sejenak.

Dimana aku? Di pinggir jalan pusat kota bernama Jakarta. Sering aku panggil namaNya, berulang kali dalam hati yang terluka, tidak tahan akan sakit yang terinjak setelah bersinar di bawah terik matahari.

“ Kamu harus tetap cantik!” bisik seorang anak kecil menghampiriku dan membersihkan tubuhku dari debu dan kotoran yang menempel di tubuhku

“ Angel, ayo pulang,” ajak seorang wanita.

Mungkin aku hanya bunga dipinggir jalan, namun Tuhan tidak berhenti bicara pada hatiku untuk tetap hidup.

Tagged: , , , ,

§ One Response to Ketika Tuhan Bicara

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ketika Tuhan Bicara at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: