Suri

26 April 2012 § Leave a comment

Aku berdiri di dalam bus yang membawaku pulang. Namaku Suri, biasa aku digunakan untuk menemani kata mati. Yang menjadi mati Suri, artinya mati sementara.

Mamaku bilang, aku cantik. Mengingat dia berkata padaku berulang kali, membuat aku tersenyum. Detik terus berputar. Hening sekali keadaan bus ini. Mungkin, tidak seperti biasanya. Entahlah. Aku baru pertama kali menaikinya.

” De, kau mau kemana?” tanya seorang wanita separuh baya yang duduk di sebelahku tiba-tiba. Aku tatap matanya, “pulang”, jawabku sambil tersenyum.
” Darimana?” lanjutnya. Aku diam,
oh tidak, aku tidak mengingatnya! Akui pejamkan mataku, mencoba menggali ingatanku. Putih.

” Masih belum sadar?” Dia mengelengkan kepala,” Maaf,” katanya. Aku dengar suara detak jantung terputus-putus.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Suri at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: