Don’t You Remember?

8 May 2012 § Leave a comment

Well, this is my favorite song from Adele. But not about the “Relationship” like this song story that i will talking now. 

Mungkin tahun 2012 adalah tahun yang sama seperti tahun sebelumnya. Bikin resolusi, bikin mimpi, berjuang sedikit-sedikit melakukan mimpi itu, dihina-hina baik sama diri sendiri maupun orang lain. Yap, keliatannya sama. Seakan kita tidak pernah melupakannya. Tapi buat apa dilupakan? terkadang kenangan masa lalu itu adalah pengingat perjalanan kita hari ini. 

Don’t you remember, why you love writing?

Don’t you remember, the reason you must working?

Don’t you remember, why you drew a skecth of your dream?

Don’t you remember, what your choose before and why?

Don’t you remember, why you must be a better person in this year?

That’s okay if you have a mistake, but sometimes you must remind your mind why that can be happen in your life.

This is life. Sometimes you must remember the reason you have a life.

This life is more about universe. What the  universe want you to do then compare with your dream.

Yap, terkadang lupa sama yang namanya tujuan hidup, hingga terkadang kita melupakan mimpi kita dari dulu. Bukan ga sengaja, terkadang kita sengaja memendamnya dengan berbagai “penyangkalan”.

dan yap, benar reality lebih keras dari mimpi, hingga membuahkan ketakutan. AKhirnya kita hanya bisa diam saja, dan tidak tahu mau ngapain. Mungkin, inilah yang terjadi sama diri saya di awal tahun ini. Dorongan kuat itu seakan berhenti hingga mimpi saya seakan terbang dan jadi bualan bagi banyak orang. But, now, i realize something more. Okay, let’s say i’m denial with all this. But this is me. I have a ego, yes i’m not perfect, but i really know what i want, i have a plan that i think people don’t need to know all my plans right?

Biarkan percikan dalam hidup saya, cukup saya yang tahu. Toh sebenarnya sekitar kita hanya butuh melihat hasil bukan proses bukan? Sedangkan saya , lebih baik saya berproses. Dan hasilnya baik atau buruk, tidak penting, yang penting saya berproses. Saya tahu dan mengerti mengapa saya mau melakukan ini. Saya bersyukur dengan semua ini. I still learn how to give something good for the others people. I learn how to live.  So, yang sekarang saya lakukan, saya berproses di pekerjaan saya. Menggali kesempatan yang ada di dalamnya, salah satunya mungkin kesukaan saya menulis fiksi. Saya coba menyisihkan uang membeli buku yang dulu hal yang paling jarang, dan sekarang saya jadikan itu rutinitas setiap bulan. At least, setiap pagi saya nunggu bus, saya bisa menghabiskan waktu menunggu bus dengan membaca buku. Dan it’s worth it. Daripada mengeluh busnya lama dan ga kunjung datang terus bikin risih orang dengan “cakcecakcek” ga jelas, mening baca buku kan?🙂

Lalu bagaimana kedepannya? Saya tahu di depan saya ada rancangan indah. Dan Tuhan tahu yang terbaik. Saya akan ikutin rancangan Tuhan, selalu berdoa untuk jalan yang terbaik, selalu mempersiapkan diri untuk hal-hal yang terkadang datang tiba-tiba, untuk terus mendorong diri saya maju ke depan, naik anak tangga berikutnya, dan tetap rendah hati. Sombong itu bagian penyakit dari iri hati yang menimbulkan luka bernama benci. So, pembuktian dengan sombong boleh, tapi harus dengan kadar yang ditentukan juga. Terkadang memang kita butuh bukti untuk diakui, jangan sampe bukti itu malah menyandungkan passion kita kan? Do something for your passion but that something is must the better way for everyone.🙂

Bila lupa tujuan hidup, kembalilah ke titik nol kamu memulai, apa yang kamu mau? Saya pernah jenuh saat kerja, lalu saya coba membalikkan diri saya ke titik nol pertama kali saya interview dan mendapatkan kerjaan, then, saya bisa kembali semangat dengan semangat baru, saya teringat mimpi saya, dan saya tahu saya sedang di titik perjuangan itu. Jadi, saya tidak boleh malas ataupun mengeluh. Terkadang kita hanya butuh istirahat sejenak dari tuntutan orang lain maupun diri kita sendiri. lalu, berproseslah kembali.

 

Life is good. Just relax and take it easy. There’s so much you have to know.🙂

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Don’t You Remember? at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: