Langit,Senja,Loh dan Cinta.

14 May 2012 § Leave a comment

Senja sedang sibuk melukiskan warna kuningnya di tengah langit yang hampir gelap. Sudah saatnya bagi Loh membereskan mejanya, bersiap untuk segera pulang. Sambil merapikan, sesekali Loh menghela nafas dalam-dalam.

Ia berjalan menuju halte, menunggu bus yang biasa dia gunakan untuk pulang. Sesekali ia menatap langit yang terlihat sedang mengingatkan ia pada bisikan istrinya saat ia membaringkan kepala di pangkuannya..

“Loh, cinta itu sederhana, hanya cukup kau merasakannya, meski aku tidak lagi di sampingmu.”

Tidak ada yang menyangka, waktu mudah mengentikan cinta yang bersemi. Sesampai di rumah, Loh langsung menuju kamar tempat istrinya berbaring Ia mendekapkan kepalanya di dada istrinya, sambil berbisik,
” Sayang, tadi langit memberi tahu aku. Senja sudah siap disana, ia sudah melukiskan tempat untukmu. Pulanglah.” Terdengar nafas singkat dari istrinya, udara di ruang kamarnya menjadi dingin seketika. Sekilas dilihatnya bayangan istrinya di gandeng oleh Senja, anaknya.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Langit,Senja,Loh dan Cinta. at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: