Selesai

29 May 2012 § Leave a comment

Tak perlu kau tahu rumah terakhirmu, hanya jalanilah perjalananmu.

Tidak sesederhana itu, pikirku. Aku lihat sekelilingku. Putih.

Ayah memeluk ibu yang menangis. Kakakku menutup mukanya. Aku dengar doa di bacakan saat kebaktian dimulai. Sepi.

Ruang itu? Dipenuhi air mata dan di banjiri ucapan doa. Aku diam.

Terdengar kata demi kata terucap dari bibir orang-orang yang berkumpul memenuhi peti tersebut. Sang pastur, mulai menebarkan air suci, sambil membacakan doa.

Air mata mulai mengalir. Tidak sesederhana itu, pikirku. Tidak mudah kau menghapus hidupku. Buktinya, aku yang di dalam peti, terus diingat mereka. Padahal aku masih disini, menanti perjalanan pulang ke rumah terakhirku. Tidak semudah itu, aku ucapkan perpisahan pada mereka.

” ayo, sudah waktunya kamu berhenti dan pulang padaKu.”

Selesai.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Selesai at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: