Pagi Kuning Keemasan

14 June 2012 § Leave a comment

Aku berdiri di bawah mercusuar menatap matahari yang mulai menyapa sang pagi.

” Indah ya,” seru Dion.

” Ah, kau. Kaget aku.”

” Warnanya kuning keemasan, pagi ini, matahari menunjukkan cara istimewanya menyapa dunia,” lanjutnya.

Aku tatap pria disebelahku. Dion.

” Ge, kamu kenapa terlihat begitu sedih?” tanyanya.

” Hhhh.. Entahlah.”

” Ge, aku tidak bisa menemanimu lama-lama. Kamu harus kembali pulang.”

” Tidak! Aku ingin bersamamu.”

” Tapi hatimu tidak pernah ada disini, Ge! Kamu hanya sedih.”

” Tidak! Kamu tidak tahu apa-apa. Sudahlah jangan menanggu pagiku,” balasku sambil memalingkan wajah darinya.

Hening. Suara angin menghembusi air laut, merasuk tubuhku, bersama air dari pelupuk mataku. Tidak lama kemudian, aku merasakan Dion memeluk tubuhku, tanpa berkata apa-apa.


” Pulanglah.”

*****

” Ge… Ge… Bangun Ge!! Bangun!!! Ge!!! Tolong berikan nafas buatan padanya.”

Dion melepaskan gandenga tangannya, menuntunku berjalan menuju tubuhku. Aku lihat tubuhku terbaring dan basah.  Aku lihat mama mengoyangkan tubuhku. Air keluar dari mulutku. Dan aku kembali menyatu bersama tubuhku. Aku buka mataku. Ku lihat bayangan Dion menjauhi kerumunan yang mengelilingiku dalam pelukkan mama. 

” Aku mencintaimu Gea. Terima kasih!” bisiknya sambil mengecup keningku dan pergi bersama pagi berwarna kuning keemasan.

 

 

*fiksi ini ditulis dan di ikutsertakan dalam #15HariNgeblogFF2 , hari ke 2

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pagi Kuning Keemasan at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: