Kerudung Merah

15 June 2012 § 3 Comments

Inikah Danau Toba yang dikatakan banyak orang? Indah sekali. Aku lihat sekeliling sudut dekat danau. Rumah- rumah mengelilingi keindahannya. Sempurna.
Aku langkahkan kakiku,  aku tatap seorang gadis. Ia memakai  kerudung merah, berjalan di depanku. Sekilas aku lihat wajahnya, manis, pikirku. Aku arahkan kameraku ke wajahnya. Ia memalingkan kepalanya melihat aku yang telah dilewatinya. Dalam tangkapan kameraku, ia tersenyum. Aku balas senyumnya, dan kembali menatap sekitarku.

Tidak lama kemudian, ia menghampiriku dan  berdiri disampingku. ” Hai,” katanya. Aku tersenyum. Benar, dia manis dan cantik.

” Kau Josh?” lanjut tanyanya.

” hah?” balasku kaget, dari mana dia tahu namaku? pikirku.

” Aku Laras. Kamu pernah kesinikan 3 tahun yang lalu?” tanyanya.

” Aku? tidak. Mungkin kau salah orang.”

” Tidak, aku tidak salah orang. Ini cincin dari kamu dan aku sudah memakai kerudung merah darimu,” ujarnya sambil menunjukkan sebuah cincin perak di jari manis tangan kanannya. Cincin yang indah melengkapi tubuh mungilnya.

” Maaf, tapi aku baru pertama kali datang kesini. Mungkin kau salah orang.”

” Tapi nama kamu Joshkan?”

” Iya, aku Josh.”

” Tidak, aku tidak salah,” katanya memaksa lalu ia keluarkan sepucuk surat. ” Bacalah ini!”

Aku buka surat yang diberikannya. Disana tertulis begini,  Laras, aku mencintaimu. Aku akan datang. Pakailah kerudung merah dariku, agar aku bisa mengenalimu kembali, meski isi kepalaku sudah menghapus, kenangan kita. Namun, dengan kerudung merah dan cincin perak dijarimu, aku akan selalu mengingatmu dan merasakan kembali cinta itu.


Aku tatap lekat matanya. aku pegang kepalaku, dan jatuh berlutut. Sekejap, seakan film lama terputar kembali dalam ingatanku. Gelap, terang. Dan kenangan menakutkan itu muncul kembali. Danau Toba, senyum Laras, kerudung merah, cincin perak, senja, langit. Hari indah saat bergenggam tangan dan mengucapkan janji terakhirku terekam kembali dalam ingatanku. Hari terakhir saat aku di diagnosa bahwa semua kenangan dan ingatanku akan hilang selamanya. Hari terakhir aku harus meninggalkan Laras untuk berobat. Hari terakhir dimana aku putus asa. Dan semua kembali ke asalnya, dalam ingatanku.

 

Tagged:

§ 3 Responses to Kerudung Merah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kerudung Merah at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: