Biru, jatuh hati

18 June 2012 § Leave a comment

” Aku tahu, kamu pasti disini,” serunya sambil menatapku yang berbaring di tepi pantai. Aku buka mataku, aku lihat wajahnya yang gelisah. Tidak lama kemudian, dia mengikuti aku, membaringkan tubuhnya menatap langit.

Desiran ombak,  biru langit di antara matahari, menandakan senja akan tiba. Sejak kedatangannya, ia membawa keheningan yang memecahkan kesendirianku.

” Mengapa kau kesini?” tanyaku tidak tahan.

” Aku hanya butuh kamu,” balasnya lemah.

” Aku tidak mengerti.”

” Diamlah. Biru sedang bernyanyi,” ujarnya sambil mengenggam tanganku.

Kehangatan apa ini? Dia sudah aku usir dari hatiku, namun datang mencurinya lagi.

” La, sempurna,” lanjutnya berbisik. Aku tatap dirinya, matanya masih terpejam.

Apakah dia ingin membuat aku jatuh lagi?

” La, kamu selalu, membuat aku jatuh hati pada birunya langit. La, aku lelah jatuh berulang kali, dan kau usir terus. La, aku hanya ingin seperti ini, bersama langit.”

 

Desiran ombak, pantai pangandaran, andai waktu terulang kembali, menikmati saat hati menemukan pelabuhannya. La, aku merindukanmu. Roy.

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Biru, jatuh hati at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: