Genggaman Tangan

20 June 2012 § Leave a comment

” Kau lihat itu? Air terjun.Ia mengalir dari atas sana. Ayo, sebentar lagi kita sampai,” ujarku menyemangatinya yang kelelahan.

” Rendy, sudahlah, aku tidak kuat lagi. Aku tidak mau meraih mimpiku disana,” balasnya sambil duduk di bawah pohon.

” Ayolah  Kez. Masa kamu mau nyerah?”

” Ya, inilah hidup kadang harus menyerah.”

Aku menghela nafasku.

” Kezia, pegang tanganku. Hayo!” kataku sambil mengulurkan tangan.

” Baiklah.”

 kami melanjutkan perjalanan kami, hingga sampai di tepi air terjun. Aku lihat wajah Kezia yang kelelahan, dan senyumnya penuh kepuasan.

” AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH….” teriaknya.

“AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH…” teriakku mengikutinya.

Ia tertawa, ” Ren, kau benar. INI SANGAT INDAH!!! Aku senang sekali. “

” Ya, indah.”

” Sekarang, aku bisa pergi dengan tenang.”

Ah, aku benci perpisahan ini.

” Terima kasih.”

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Genggaman Tangan at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: