Langit pun Tersenyum

25 June 2012 § Leave a comment

Pagi, aku berjalan mengelilingi pesisir pantai wakatobi. Aku tatap langit pagi ini. Indah.

Aku berhenti sejenak, dan membaringkan tubuhku di pasir putih dekat pantai. Aku pejamkan mataku, aku dengarkan suara ombak yang mengalunkan nadanya pada pagi ini.

Sayang, aku rindu kamu.  Hanya inilah yang aku pikirkan saat ini. Merindukan seorang yang sudah ada di langit sana.

Suamiku, sahabatku, dia pergi meninggalkan kenangan di pantai ini.

Sayang, aku merindukanmu juga.”  aku dengar bisikan lembut di telingaku, suamiku.

Ya, kadang, hanya dengan cara beginilah kita bertemu.

Di dalam mimpi, di bawah langit, di satu waktu.

Hingga ombak menerjang kenanganku, dan langit tersenyum ketika aku dan dia bersatu kembali.

****
Tulisan ini diikutsertakan dalam #15HariMenulisFlashFiction hari ke 14

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Langit pun Tersenyum at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: