Langit

10 November 2012 § Leave a comment

Langit, apa kabarmu? Bagaimana keadaan di sana? Ah, bukan pertanyaan yang penting.

Kalau saja kau masuk ke dalam kepalaku, kau pasti akan benci padaku.

Karena isinya hanyalah tentang dia.

Sore ini, aku membuat surat cintaku, yang ingin aku bacakan untuknya di saat aku dan dia menghadap Tuhan.

Kau tahu? Peristiwa yang paling istimewa di masa depanku. Saat aku memegang tangannya, dan membacakan suratku.

Langit, isi surat itu biasa. Surat cinta untuk kekasih. Namun, surat itu penuh dengan kekuatan. Lagi, kekuatan tentang cinta.

Langit, dengarlah bisikkanku dan sampaikan doaku padaNya.

Karena kau yang paling dekat dengan Dia.

Mauku, dia bahagia.

Sederhana bukan cinta itu ? Hanya saja ia terlanjur membuatku merindu.

Hingga akhirnya, dirinya memenuhi isi kepalaku yang inginkan cinta darinya.

Oh Langit, ijinkan aku diam di dekapan Bapaku yang ada di surga, hingga aku bisa menyampaikan rinduku padanya.

Lebih dari rindu, itulah cintaku padanya.

Semoga dan semoga dan semoga aku bahagia bersama dia.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Langit at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: