Mimpi- Bukan Kebetulan Ada- part1

16 November 2012 § 2 Comments

Okay, first what i will write in here is THANK YOU for this dream.🙂
Well, tidak terasa sekarang perjalanan gue sudah ada hampir memasukki bulan ke 12. Hampir 366 hari gue hidup di antara mimpi gue. Kenapa gue bisa bilang ini? Karena dalam perjalanan gue, ada rasa dimana gue tahu langkah kaki gue sedanng menuju pada pintu mimpi. Dan here i am. Di mimpi gue,  ada banyak cerita yang ingin gue rangkai. Ada banyak ketakutan yang ingin gue lawan. Ada banyak hal yang membuat gue penasaran. Ada banyak quotes yang gue dengar. Ada banyak keluhan yang membuka mata gue. Ada banyak suara yang berbisik jujur di sekitar gue. Semua itu adalah rambu buat gue.

Kemarin, gue sempat nonton sebuah film berjudul “My Girlfriend’s Boyfriend”. So simple movie, cuma becerita tentang seorang penulis pria yang akhirnya terinspirasi dari pacarnya dan bukunya berhasil di terbitkan. But that’s not my point. Yang ingin gue bagikan adalah bagaimana kehidupan seorang penulis. Ya, i’m sort of  a writer. Bukan karena gue hanya suka nulis dan gue berani menyebut nama gue sebagai “penulis”. Namun, lebih dari itu ada panggilan di hati gue yang ga bisa gue pungkiri dan bukan kebetulan gue terlahir sebagai seorang penulis.

Penulis adalah Tuhan buat tulisannya. Yang dia mau adalah merangkai kata dan membuat orang membaca, lalu menafsirkan dan syukur-syukur mereka mengerti apa sih yang ada di dalam pikirannya. Bukan hanya sekedar supaya orang melihat title-nya sebagai penulis, namun supaya mereka terinspirasi sesuatu dari tulisan. Ini kenyataan hidup, gue bukan berada dalam alam ‘mimpi’ belaka, tapi gue berada dalam sebuah perjalanan seperti penulis lainnya. Rasanya berada dalam perjalanan mimpi ini adalah seperti sedang berada di pelangi. Kadang ia terlihat indah, namun ada saatnya dimana hujan kembali turun dan badai kembali menghadang. Itulah saat dimana kita melihat bahwa mimpi itu bukan kebetulan ada. Dia memang sudah ada sejak kita terlahir. Makanya kita tahu bahwa ada sesuatu yang ingin terus dibagikan dan dipelajari lalu selalu ada hal-hal baru yang kita yakini ada di depan sana.

Siapa penulis terbaik buat gue? Tuhan. Karena ia membuat gue membaca hidup gue dan menuliskan kembali apa yang telah gue alami. Seakan bukan membuat review saja, namun lebih daripada itu adalah membuat cerita baru perjalanan yang udah Dia sediakan buat gue. Mungkin Tuhan cuma buat kerangkanya, dan gue disuruh Dia untuk merangkai sisanya. Bahwa gue punya suara yang perlu gue ceritakan pada dunia. .Apa itu? Mimpi itu adalah cinta. Cinta itu adalah hidup ini. Dan hidup ini adalah diri sendiri (gue, elu, dan semua orang di dunia ini) Mengapa hidup di bilang anugrah? Karena hidup itu seperti kotak pandora, dimana selalu ada harapan di setiap keputusan dan selalu ada terang di setiap kegelapan. Terang itu akan selalu menerangi jalan kita untuk melihat mimpi-mimpi kita dan berjuang dengan keras untuk belajar meraihnya. Dan Tuhan sudah berhasil menuliskan cerita tentang banyak orang hebat seperti Walt Disney, Thomas Alfa Edison, dan tokoh-tokoh lainnya yang selalu menginspirasikan gue lewat perjuangannya. Makanya gue suka banget nonton film, baca buku, dengerin musik dan lihat karya-karya seni.

Jadi, hidup yang sederhana merupakan  sebuah pertunjukkan yang dipenuhi dengan banyak kejutan. Terkadang takut di perlukan supaya kita bisa menjadi pribadi yang lebih berani. Penghinaan  harus kita dengar, supaya kita bisa menjadi lebih percaya bahwa karya kita suatu hari akan dihargai. Dalam mengejar mimpi yang paling perlu kita dapatkan bukan penghargaan semata, namun dampak dan akibat dari semua mimpi yang sudah kita raih. Apakah sudah membuat orang ikutan bermimpi dan berjuang meraihnya juga? Apakah kita mau berbagi mimpi dengan mereka? Apakah sudah memberikan nilai yang positif?

Dan ini adalah tulisan awal gue. Bahwa ternyata mimpi itu bukan sekedar ada atau bahkan kebetulan ada. Kata-kata ini terinspirasi dari film Step Up. Mereka berlatih keras untuk menunjukkan bahwa mereka punya sesuatu energi positif untuk orang-orang sekitar. Sehingga penghargaan itu akan timbul dengan sendirinya tanpa perlu kita cari.

Gue janji akan menceritakan perjalanan gue di tahun 2012 hingga akhirnya 2013 hadir. Jujur, di awal tahun 2012 gue takut banget. But who knows, ternyata mimpi-mimpi gue terwujud di tahun ini. Jujur, bukan hal yang mudah untuk mempertahankan mimpi itu tetap ada dan membuat mimpi baru saat tahu bahwa kau sudah ada di jalan mimpi itu. Diperlukan ekstra perjuangan dan pembelajaran untuk membuat  mimpi gue  tetap ada dan tetap mempercayai. Gue percaya ini merupakan langkah yang tersulit kalau mau  menaiki anak tangga berikutnya.

But,  i already prove it bahwa gue sudah ada di langkah dimana gue sedikit lagi berhasil naik. Dan saat gue sudah berhasil naik tangga dan melihat perjuangan gue di bawah sana, gue percaya itu adalah perasaan yang paling indah sedunia. Perasaan yang sama ketika kau melihat orang-orang disekitar lu tersenyum bersama-sama.

 

Let’s make the dream stay in there and believe with what you always dream. Jangan lupa berjuang dan terus belajar.

Stay Hungry, Stay Foolish. -Steve Jobs-

Tagged:

§ 2 Responses to Mimpi- Bukan Kebetulan Ada- part1

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mimpi- Bukan Kebetulan Ada- part1 at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: