Sambungan Hati Jarak Jauh

19 January 2013 § Leave a comment

“ Bagaimana kabarmu? “ tanyamu.

Aku tatap langit malam ini sambil mendengar suaramu yang jauh disana lewat telepon. Aku merindukanmu, seandainya kau tahu itu.

“ Aku juga sayang!” bisikmu.

Bagaimana kabarmu? Ah, ingin rasanya aku memelukmu.  Sejam waktu berlalu, perbincangan kita teramat indah untuk dibicarakan bahkan diingat. Kau ceritakan hidupmu disana, aku ceritakan hidupku disini. Jarak memisahkan kita, namun apakah hati kita masih akan terus bersambung?

” Sayang, selamat malam. Tidurlah dengan nyenyak. Pasti disana sudah sangat larut. Aku baru saja melihat matahari terbit disini. Cukup lelah.”

*****

Pembicaraan kita berakhir. Malam menunjukkan wujudnya, jarum pendek berada diangka dua. Beberapa jam lagi, matahariku akan muncul. Tahukan kamu?

‘Sayang, jangan lupa berisirahat. Love you, Jay.’ Aku baca SMS terakhir darimu, hari itu. Aku membayangkanmu disana, langit teramat cerah diantara gedung-gedung bertingkat.

Tahukah kamu, bahwa aku merindukanmu disini.  Aku berjalan menuju jendela, aku buka kordenku, aku tatap langit yang berbinar dengan bintang.

Apa kabarmu disana sayang?

‘Sayang, pagi sudah tiba.Aku akan berangkat kerja. Semoga malammu teramat indah. Bersabarlah sayang, sebentar lagi aku akan menjemputmu.’ Aku buka kembali ponselku, membaca satu persatu pesan darimu.

Waktu seakan bagai angin berlalu begitu cepat. Air mataku mulai membasahi pipiku. Aku mulai membayangkan wajah kamu disana. Aku mulai membayangkan rasa sakitmu. Aku mulai membayangkan kepanikkanmu. Aku ingat semuanya.

‘Sayang, aku baik-baik saja, tenanglah aku pasti kembali,’katamu terisak bercampur takut. Aku ingin memelukmu. Aku hanya ingin hati kita terus bersambung. Apakah bisa? Apakah ada harapan untukku?

*****

Aku dengar burung berkicau di langit yang akan menampakkan matahari dari kejauhan. Aku buka mataku, dekat jendela, aku lihat sosokmu menatapku yang terbangun dari tidur. Tahukah kau bertapa bahagianya aku?

‘Sayang, aku baik-baik saja. Aku mencintaimu selalu. Maafkan aku. Maafkan aku tidak bisa menjemputmu. Maafkan aku. Aku akan bersabar menunggumu disini. Aku selalu merindukanmu. Matahari akan terus berganti dengan bintang di langit sana, namun cintaku takkan pernah berhenti berhembus meski nafasku tak lagi di dunia ini bersamamu. Tunggulah aku sayang. Tidak, biarkan aku menunggumu disini.’

Aku ingat setiap kata yang kau ucapkan padaku. Setiap sayang yang tak pernah berhenti kau bisikan. Hingga siang itu, aku bisa merasakan sakitmu terperangkap dalam kematian. Jemputlah aku! Ijinkan aku bersamamu!

‘Sayang, tidak untuk saat ini. Aku akan selalu dekatmu!’

“TIDAKKK!!!JANGAN PERGI!! JANGAN!!!!Jangaannnnnn…jangan…. aku merindukanmu.”

 

-The End-

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sambungan Hati Jarak Jauh at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: