Mental Yuyu

26 May 2013 § 1 Comment

Hal menarik datang pagi ini, di hari pertama menginjak tahun silver saya. Ketika saya berada di gereja, sang Romo menceritakan sebuah analogi menarik yang cukup masuk akal yaitu, kisah tentang “mental Yuyu”. Cerita ini dimulai dari kisah yang di alaminya di Filipina. Kebiasaan orang filipina adalah mengumpulkan yuyu ( sejenis kepiting kecil) di dalam satu baskom. Kumpulan yuyu itu nampak berusaha keluar dari baskom tersebut. Namun, sejam berlalu, tidak ada satupun yuyu yang berhasil keluar. Ternyata setelah diperhatikan, mereka saling tarik menarik. Ketika seekor yuyu beusaha keluar, justru kakinya ditarik oleh yuyu lainnya, dan begitu seterusnya. Alhasil, mereka tetap berada didalam.

Apa makna dari cerita ini? ungkin, seringkali, kita seperti yuyu itu. Mengapa? Karena saat melihat orang lain senang, justru hati kita menjadi iri. Namun, kalau dia susah, hati kecil kita akan tersenyum. It’s Bad? Yes, of course. But, that’s happen.

Intinya, yang dijelaskan disini adalah kita harus hidup saling mengasihi. Ya, itulah hal yang susah tapi disanalah tersembunyi sejuta kebahagiaan yang sering kita cari. Mengapa saya bilang susah? Bayangkan saja, ketika kita ingin sukses, selalu ada cara yang dilakukan orang lain untuk menjatuhkan kita. Namun, kalau kita hanya mendengarkan apa kata orang lain, akhirnya kita sendiri yang lelah dan menjadi seperti yuyu itu bukan?

Yap, inilah yang harus saya ubah dalam hidup saya di usia seperempat abad ini. Menjadi orang dewasa itu pilihan yang harus dijalankan, mau tidak mau. Lalu, seperti apa seorang dewasa yang saya inginkan? Well, saya hanya ingin menjadi seorang dewasa yang mau bahagia melihat orang lain bahagia, dan tidak mau merusak kebahagiaan mereka. Seorang yang tahu bahwa ada hukum ‘sebab akibat’ dalam hidup ini. Seorang yang mau melihat kedalam diri, jujur pada diri sendiriserta mau berusaha menjadi seorang yang terbaik dalam versi saya bukan karena orang lain serti itu, saya harus mengikuti mereka. Sederhana!

Buat saya, itu terlihat tidak mudah, namun saya tahu, saya bisa karena saya sudah bukan anak kecil yang minta disuapin lagi. Saya orang yang sudah bisa berjalan sendiri dengan kedua kaki dan menulis dengan kedua tangan. Itulah harta kekayaan saya yang harus saya jaga bersama dengan jiwa saya.

That’s why, my mission on this year is “i’m possible”.

Tagged: , ,

§ One Response to Mental Yuyu

  • Aiko says:

    Kadang kita merasa iri sama kebahagiaan orang lain padahal kalau kita bahagia pinginnya orang sekitar juga ikut bahagia kan bukannya menjatuhkan. Mindset dan hatinya yang perlu di kaji ulang😀

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mental Yuyu at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: