Mengakui ‘Kejelekan’ tidak Selamanya Buruk

28 June 2013 § Leave a comment

Hidup itu memang dipenuhi dengan ‘dilema‘ yang berkepanjangan. Mungkin, kebingungan tersebutlah adalah bagian dari tantangan yang harus dijalani. Namun, apa daya, seringkali ‘alasan’ menjadi bantalan yang menyenangkan untuk tidak melakukan apa yang ingin kita lakukan, menolak apa yang paling ingin dicapai serta mencari-cari kesalahan untuk menjadikan diri paling benar.

Alhasil, hidup dipenuhi dengan ‘topeng’. Bahkan, terhadap diri kita sendiri pun, topeng itu terlalu kuat untuk bisa dilepaskan. Saya sering membayangkan, wajah saya ada dua. Satu berbelahan dengan keberanian dan satunya lagi ada sebuah ketakutan. Mengerikan! But, it happened! I don’t really like it! So, i must do something right?

Saya jadi teringat, seorang pernah berkata, kreatif itu tak hanya  menciptakan sesuatu yang baru tapi juga memutarbalikkan apa yang sudah ada. Lalu, apa hubungannya dengan apa yang saya tulis? Sederhana, kreatif adalah kunci untuk mengatasi  segala kebimbangan yang ada.

Gimana caranya? Well, saya mencoba menuliskan apa yang sering saya lakukan untuk mengatasinya. Sometimes it works well, but sometimes it’s not. You can try if you want!

First step. Sering merasa tidak mampu? Merasa diri bodoh? Merasa orang lain lebih pintar? Ya, itu semua adalah rasa iri yang bisa diakali dengan cara memutarbalikkan pikiran yang ada.

‘Kalau dia saja bisa, saya pasti bisa.’

‘Kalau dia saja harus naik mulai dari tangga paling bawah, berarti saya pun juga.’ 

Jadikanlah itu motivasi!

Bila dalam diri sendiri perdebatan itu masih juga terjadi, saatnya nengok ke ‘langit’. Ingat kalau mau gapai ‘langit’ harus dimulai dari jalan darat, bahkan pesawat pun sebelum lepas landas, harus memutar beberapa meter hingga akhirnya sampai ke tengah awan. So, nggak ada ‘tangga instan’ adanya itu ‘tangga perjuangan’.

Second step. Sudah melangkah, sekarang saatnya mempertahankan apa yang telah digapai. Kejenuhan dan kebimbangan akan sering berkunjung dalam diri kita. Yap, itulah hidup! Sekarang, kalau sudah jenuh, istirahatlah beberapa saat. Rileks kan pikiran dengan nonton, jalan-jalan, belanja. Tak apa, bila pikiran masa depan disingkirkan sejenak. Toh, kesusahan sehari cukup untuk sehari. Ingatlah, kalau kesusahn kemarin bisa dihadapi dengan sukacita, maka kesusahan sekarang pun bisa diatasi juga.

Jadikan, pemikiran tersebut sebagai kekuatan untuk tidak diam saja agar bisa melanjutkan perjalanan yang harus dilalui. Hidup itu masih panjang. Tujuan yang ingin dicapai pun masilah banyak.Jangan sampai kejenuhan ‘membunuh’ waktu yang ada. Sayang!

Third Step. Don’t be stubborn! Can you do it by yourself? Sometime, the answer is yes. But, not always! You need yourself and others. 

Keras kepala, sering menimbulkan ‘kebohongan’. Buat saya, cermin adalah tampak yang paling jujur. Realita, sering berbohong, sedangkan diri saya sendiri adalah pembohong ulung yang pintar mencari alasan!Saya akui itu semua karena menurut saya hal tersebut adalah benar. Saya pintar berbohong dan mencari alasan untuk diri saya sendiri. So, bisa dibayangkan, kalu sama diri sendiri aja udah jadi ‘tukang bohong’ apalagi sama orang lain?

Well, that’s why, i try harder, everyday to be honest to myself! Saya mencobanya dengan mengatakan hal jujur apa yang saya mau dan apa yang saya tidak mau. Nggak gampang, tapi semua bisa dipelajari.

Kalau memang suka, katakan suka. Kalau tidak, bilang tidak. Mulai dari diri sendiri! Katakan pada diri sendiri, saya ingin begini dan begitu. Jujur sama diri sendiri, saya punya kekurangan dan kelebihan ini. Kalau semua bisa dikatakan, sekarang saatnya belajar untuk memperbaikinya.

Dulu, saya lebih suka tutup telinga dari apa yang orang lain katakan. Lama kelamaan, saya mencoba membukanya, mendengarkan apa yang orang lain katakan. Saya mulai menfilter semua perkataan yang benar dan mencoba memperbaikinya. Setahap demi setahap, saya jadi tahu apa yang saya butuhkan dan perlu saya akui. 

Tidur menggunakan ‘bantal’ itu sangat nikmat, tapi ingat nggak selamanya bantal itu bisa baik bagi kesehatan bukan? Sama kayak hidup yang diliputi kenyamanan ‘kebohongan‘, lama-lama nggak bagus! 

So, try! try! and try! You are what you think! Don’t be such a liar especially for yourself! 

Fourth step. Open Minded! Kadang, saya tidak mengerti apa maksud kata ‘Open Minded’. Sampai suatu hari saya benar-benar mengerti ketika saya membaca sebuah quotes. Sederhana isinya, ‘Ada seribu satu cara untuk menuju Roma.’ Buat saya, berarti ada seribu satu cara untuk membuka pikiran.

Lainnya berisi, ” you’re not alone! Orang lain pun mungkin merasakan apa yang kamu rasakan.”  Apa arti dari quotes tersebut? Intinya, jangan langsung menyimpulkan kalau kamu ‘tidak sedang menghakimi’. Karena sebenarnya, kamu sedang menghakimi!

Ingat, ada seribu satu kemungkinan yang bisa terjadi di dunia ini. Jadi, kalau mulai sebel sama orang, masalah orang, dll, cobalah berpikir lain hal, mungkin saja dia tidak seburuk yang kamu pikirkan.

 

Yap, saya pun masih belajar untuk mengatasi hal-hal tersebut. Mungkin, itu masih setengah bagian dari pelajaran yang saya dapatkan. Namun, kalau nggak mulai dari sekarang, kapan lagi? Satu menit bisa mengubah setengah jam skenario perjalanan loh! So, nikmatin aja, meski susahBe the fighter, be the lover for your life! 

And last, remember this:

Image

 

Cheers!

 

@Sihijau

Tagged: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengakui ‘Kejelekan’ tidak Selamanya Buruk at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: