I Feel Blessed More Than I Know- Part 4

15 September 2013 § Leave a comment

God can do all things
His loving hands will lift and save you always
God can do all things
He will never ever leave you alone

Saya termasuk orang yang sangat lembek sama hidup saya. Akhirnya, saya mengakui hal ini. Sepanjang perjalanan saya dalam melihat kehidupan, saya sadari satu hal, saya ini terlalu menganggap semua hal itu bisa ditunda. Termasuk, menunda mimpi-mimpi saya. Sampai-sampai, saya selalu berharap, ada titik balik yang bisa saya rasakan dalam hidup saya.

Setiap hari, saya berdoa, saya bilang sama Tuhan, saya mau hidup saya berubah. Saya mau jadi orang baru. Namun, setiap kali pula, saya merasa hidup saya susah berubah. Kenapa? Karena saya terlalu banyak ALASAN untuk menunda, untuk menolak, untuk membiarkan hidup saya biasa-biasa saja.

Namun, suatu kali, Tuhan benar-benar menjawab doa saya. Okay saya nggak bilang hidup saya langsung berubah 100 persen, tetapi hidup saya mulai mengalami perjalanan menuju perubahan 100% itu. Ibaratnya, saya sedang dipindahin ke folder kehidupan baru sama Tuhan. Apakah itu mudah?

Of course, is not! It’s really hard!
Tapi, ada satu hal yang saya sadari bahwa, meski rasanya terasa berat namun Tuhan itu kayak kasih ‘peringan’ buat saya. Seperti yang saya pernah cerita dalam bagian pertama tema ini (bisa baca disini), saya akhirnya menemukan Tuhan saya kembali di dalam komunitas baru saya.

Okay, saya masih ingat, benar-benar ingat, bahwa saya pernah bilang sama diri saya, “Aku ngak butuh komunitas.” Tapi, saya mencarinya. Bertolak belakang bukan? Aneh, tapi Tuhan itu benar-benar lucu. Setiap saya menolak satu per satu komunitas, saya akhirnya dikembalikan kesini lagi. Lucunya, di dalam sini, saya menemukan beberapa orang yang sudah saya kenal sebelumnya di komunitas kuliah saya, KMK IBII. Saya pikir dulu, okay saya mau benar-benar punya komunitas yang beda dan orang-orang yang beda. Tapi, ternyata saya diberikan sama Tuhan untuk mengenal lagi orang-orang yang saya pernah kenal. Dan luar biasa, orang-orang itu, semakin semakin berkembang di dalam Tuhan. Saya melihat perubahan mereka besar sekali, sejak mereka berada di komunitas ini.

Dan apa yang saya rasakan? Saya ingin berkembang! Yap, dalam hidup saya, ini pertama kalinya, saya pengen banget berkembang. Mungkin, karena memang sudah umurnya bahwa ada waktunya untuk belajar ada waktunya untuk berkembang (thanks to mas Rubbi, teman kantorku dulu, yang mengingakan hal ini).

Ternyata, cerita hidup saya itu saling berkaitan satu sama lainnya. Dulu saya sudah tahu, sekarang saya mau semakin mengenal dan bertumbuh. Tuhan kasih kesempatan itu buat saya. Termasuk, dalam pekerjaan saya. Semakin hari, saya semakin merasa diberkati dengan pekerjaan yang saya dapatkan.

Hidup itu, emang seperti PUZZLE! Hari demi hari, Tuhan sambungkan satu per satu kepingan puzzle itu buat hidup saya. AMAZING!

Sekarang, saya diberi kesempatan untuk melayani. Lagi, dalam hal MENULIS! Sejak awal saya kenal TUhan, saya melayani Tuhan, saya selalu bilang ” TUhan, aku ingin membagikan tulisan saya kepada banyak orang. Supaya mereka semakin diberkati dan diberkati lagi.” Sampai, saya dikasih kesempatan mewawancari, tokoh dalam komunitas ini, yang menurut saya sangat luar biasa. Saya setuju dengan pesannya, Love GOD, Love People! Dimana pun, dalam komunitas, pekerjaan dan lainnya.

Dan itu yang semakin membuka mata saya. Seorang seperti saya yang penakut ini, setiap hari, diberikan Tuhan kekuatan untuk menjadi pemberani, termasuk ketika saya menulis. Saya bersyukur, karena saya bisa menulis, membagikan tulisan saya dan menyebarkan kepada banyak orang lagi, bertapa baiknya TUHAN.

Karena, lewat Tulisanlah TUHAN selalu memperkenalkan diri. Ada satu penguatan dibalik setiap tulisan yang digoreskn oleh banyak orang. Baik itu tulisan positive atau negative. Sya ingat, dulu saya pernah membaca sebuah blog. Sang pemilik blog ini terkena penyakit ganas, cancer. Yap, kalau saya bayangkan saya yang terkena penyakit itu, mungkin dunia saya akan runtuh. Saya akan takut, bahwa semua orang akan meninggalkan saya. But amazingly, tulisan itu ternyata sangatlah positive. Okay, dia menyatakan kalau dia takut, tapi dia tidak lagi takut, karena dia percaya TUHAN itu ada dan setia menemani dia selalu. Singkatnya, hampir setiap hari, sepanjang Ia melawan penyakitnya, Ia selalu berusaha mengungkapkan isi hatinya dan semangat hidupnya. Ia selalu katakan God will never leave me alone!

Menulis itu obat dari sgala obat yang paling ampuh. Menulis itu bagaikan virus yang disebarkan. Semoga dan semoga apa yang saya rasakan setiap hari, bisa saya bagikan dalam tulisan.

Semoga Tuhan Memberkati!

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading I Feel Blessed More Than I Know- Part 4 at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: