#FromHome – Complain will Disturbing a lot of People!

20 November 2013 § Leave a comment

Cerita menarik pagi ini cukup menyentil saya. Kalau kemarin saya sempat mengeluh pada dua orang teman saya, pagi ini saya justru mendengaran keluhan, yang menurut saya sangat annoying! Halnya sederhana, hanya karena bus saya hari ini datang terlambat 5 menit dari jadwal maksimal yang biasanya (jadwal umumnya: paling cepat 6.50  paling lama 7.30 bus akan tiba di halte, kecuali bila macet)

Kata-kata itu terekam jelas dalam benak saya isinya. ” Busnya mana? Nggak tahu kita kepanasan ya? Udah setengah jam nunggu!” katanya sambil teriak. Keluhan berikutnya dengan nada sedikit lebih pelan tapi tetap terdengar sama orang disampinganya, “Udah tahu bensin naik, macet dimana-mana. Pulang aja bisa nyampe 10 malem. Beli bensin aja 100rb cuma 2 hari. Suruh naik busway, tapi busnya kayak gini!”

Bisa saya ambil garis besar bahwa keluhannya berisi tiga hal:

1. Bus lama

2. Kepanasan

3. Bensin naik, Macet dimana-mana.

Untuk nomor 1 dan 2 ya, menurut saya itu wajar, saya bisa maklumin. Pasalnya, memang busnya lama (seperti biasa, kadang cepat dan kadang lama. Kalau orang yang biasa ngantri di bus express saya itu, pasti mah diam-diam aja. Baru berkoar ketika jam 8 tapi masih ga adabus) dan kondisi sedang sangat panas (Bener-bener panas yang bisa bikin emosi). Tapi yang paling menarik perhatian saya  adalah ketika dia mengeluhkan “Bensin Naik, Macet dimana-mana!” Mungkin saya pernah iri sama orang yang naik mobil, tapi sekarang saya jadi sedkit mengerti kebijakan pemerintah tentang bensi naik dan perkara mobil murah: 

1. Bensin naik, dibuat supaya kemacetan berkurang bukan? Bayangkan, kalau satu orang mengendarai satu mobil, gimana gak mau macet? Lalu, dua hal ini masih sering dikeluhkan?Jujur, mendengarnya saya gatel! MUngkin saya juga pernah mengeluh tentang macet. Tapi kata-kata dia itu pengen saya sindir seperti ini “kalau bisa punya mobil kenapa nggak bisa beli bensin? kalau takut macet kenapa beli mobl?”

Saya jadi teringat, sewaktu saya di Surabaya, teman saya mengisi mobil dengan bensil pertamax. Lalu saya tanya, kenapa mba? Jawabannya cukup bijak, “Iya, kalau saya bisa beli mobil, ya saya harus bertanggung jawab, ikutin pemerintah.” Jarangkan ada orang yang mau berpikir begini? 100 orang hanya 1 atau 2 mungkin. Inilah yang membuat saya berpikir lagi, apakah saya butuh mobil? Toh yang ada nantinya malah menambah kemacetan. #pencerahan1 

Saya semakin suka dengan campain @nebengers meskipun saya belum mencobanya, tapi saya yakin kalau semakin banyak orang yang tebuka dengan konsep @nebengers ini, Jakarta bakal lancar jaya *semoga*

Intinya, macet itu dimana-mana pasti terjadi. Mungkin, yang belum terjadi adalah KESADARAN DALAM MENGENDARAI MOBIL! Nggak cman itu saja, orang yang menyetir (termasuk saya) suka menjadi orang egois yang malah sering membuat kemacetan. Contoh, waktu mau muter balik atau menyali mobil orang. 

Solusinya? Yah dibawah sabar dan jadilah orang yang taat peraturan, biar nggak rugiin diri sendiri dan orang lain! Seperti, nyebrang di zebra cross, lampu merah yah berhenti, jalur kiri buat belok, jalan lurus di jalur tengah, dsb.

2. Saya tidak bisa kalau tidak menyinggung petugas busway. Terkadang saya mengerti mengapa akhirnya banyak orang yang mengeluhkan bus yang lama dan sebagainya. Terkadang saya juga nggak suka sama petugas busway yang lebih galak dari penumpang. Namun, terkadang saya nggak suka kalau ada orang yag nggak respect juga dengan pekerjaan mereka. Okay,ini bertolak belakang. Karena nyatanya, ada loh 1 atau 2 dari semua petugas yang rese itu benar-benar bekerja untuk melayani penumpang. Saya pernah di peringati untuk hati-hati sama pencopet di dalam halte oleh petugas busway. Meskipun banyak negatifnya, ingat mereka punya sisi POSITIF yang butuh di respect dan dihargai loh!

Anyway, intinya, adanya pelayanan yang bagus, tentu didukung dengan customer yang mau mengerti. ini yang namanya kerjasamakan?

Kalau uda keseringan? kalau udah complain terus nggak ditangguhin? Ya, bolehlah mengeluh. Makanya, ini yang saya katakan untuk bisa kerjasama. Mau menyuruh kita naik BUSWAY ya toh, dibenerin jalanannya, dipatuhi peratturannya (larangan masuk ke dalam jalur bus), dibanyakin busnya, diajarin petugasnya biar makin sopan. Mau naik busway, ya makanya maulah diatur, NGANTRI DARI BELAKANG, nggak dorong-dorong kayak antri sembako, nggak mepet-mepet kayak angkot. 

Ada satu artikel yang menurut saya menarik, (dari FB) :
Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.” 

Intinya, kalau ngantri aja susah, gimana mau belajar sabar? ya, kurang lebih begitulah. Solusinya, RESPECT!belajarlah untuk respect!

3. Saya jadi teringat, dari bukunya Yoris Sebastian dan bukunya Rene Suhardono, intinya mereka mengajarkan untuk KREATIF! Mungkin sama dengan hal ini, daripada mengeluh bus lama dan lain-lainnya, lebih baik pikirkan cara kreatif untuk membunuh waktu. Misalnya, cari jalan lain,cari tebengan, baca buku, ajak ngobrol orang disamping, atau ajak ngobrol petugas busway mungkin.

 

Kesimpulannya, mengeluh itu boleh-boleh aja, tapi JANGAN SERING-SERING! Lebih baik BANYAKLAH belajar BERSYUKUR! Karena MENGELUH DAPAT MENYEBABKAN POLUSI PENDENGARAN, STRESS, DEPRESI, MENINGKATKAN KEBENCIAN, KEDENGKIAN DAN IRI HATI!  #NotedToDay!

Happy Wednesday!

Tagged: , ,

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #FromHome – Complain will Disturbing a lot of People! at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: