#FromWorkspace- Complain About Jakarta? Boring!

27 November 2013 § Leave a comment

Inilah yang sering saya dengar tentang Jakarta, “Macet”, “Keras”, “Ramai”, “Egois” dan sebagainya. Jujur saja, mungkin saya salah satu yang pernah mengucapkan keluhan ini. Tapi, saya salut sama orang expart yang berani bilang bahwa mereka suka dengan Indonesia. Ya, sebagai warga negara, saya memang sedikit memiliki rasa nasionalisme. Dan yang cukup ‘menampar’ saya ketika atasan saya di kantor lama bilang ke saya kalau dia suka sama Indonesia. Padahal, dia orang Australia loh! Bahkan, dia mau nyari istri kedua yang berwarga negara Indonesia. Hmm… Aneh buat saya!

Mengapa? Saya sendiri sebenarnya pengen tinggal di luar Indonesia. Ah, mungkin ini biasa. Padahal bisa saja saya gak betah di negara lain. Anyway, bukan mau ngomongin tentang saya, kali ini saya pengen ngomongin hal yang lain.

Sebenarnya, saya mendapatkan ‘berkah’ ide tentang membuat “Movement.” Apa itu Movement? Singkatnya, ini adalah sebuah pergerakan yang tujuannya melakukan perubahan *kalau dari pengertian saya.* Masih ingat tentang post saya yang menceritakan tentang “mengeluh”? Kalau belum baca atau lupa, yuk, coba baca “Complain will Disturbing A Lot of People!”

Intinya, dari kisah tersebut, sebenarnya saya tercetus untuk melakukan sesuatu. Saya punya dua ide yang semoga bisa menyadarkan orang Jakarta, khususnya, tentang pejalan kaki dan mengeluh.Apa saja itu?

1. Jakarta Masker!
Ini judul campaign yang ada dikepala saya ketika pertama kali saya menuliskan tentang post bertema mengeluh itu. Idenya sederhana, saya cuman pengen bagi-bagi masker gratis. Tapi, bukan sembarang masker warna hijau atau kembang-kembang pada umumunya, melainkan masker bertulisan. Isinya macem-macem misalnya, “Stop Complain!”, “Enjoy Aja!” “Senyum Yuk!” “Sabar…Sabar…!” “STOP! Saya Nyebrang Dulu!” “Jangan Nyerobot!” dan sebagainya.

Nah, inti dari tulisan itu adalah menggambarkan isi hati, quotes sehari-hari, dan mungkin kayak isi keluhan kita sendiri.

Kenapa Masker? Karena Jakarta penuh polusi, dan masker itu pelindung dari segala polusi. Kedua, Jakarta belakangan ini penuh sama orang yang bermasker dan yang tukang ngeluh. Nah dari tulisan itu, adalah gambaran suara kita. Misalnya, kita mau nyebrang di zebra cross tinggal kasih muka kita yang tertutup masker “STOP! Saya Nyebrang Dulu!” gitu. Atau kita mau beresolusi untuk mencoba gak complain, nah tinggal pake yang “STOP COMPLAIN!” jadi kalau uda pake masker tulisan itu tapi masih complain juga, yang malu diri sendiri kan?

Apa visi dan misinya?
Visinya sederhana yaitu, menyadarkan orang Jakarta untuk menaati peraturan namun bukan dengan suara atau nada marah atau kesal, tetapi lebih dengan quotes dan kata-kata tertulis yang besar di mulut kita.

Misinya, orang Jakarta sadar bahwa mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah!

Kenapa ada tulisan “Jangan Nyerobot!” atau “STOP! Saya Nyebrang DUlu!” ?
Ya, ini umum, budaya antri sudah dilupakan, peraturan ZEBRA CROSS gak pernah di gubris! Jadi, saya pikir, kalo negur pake suara itu buang-buang waktu! Mening kasih papan berjalan dan salah satu medianya dengan masker.

Bentuk maskernya seperti apa, saya sendiri masih belum bisa mendesignnya. Tapi dibenak saya design dari masker ini akan SANGAT UNIK dan beda daripada yang lain.

2. Hitam Putih Jalanan
Apa ini? Zebra Cross! Siapa yang masih ingat apa fungsi Zebra Cross? Mengapa orang harus nyebrang di Zebra Cross? Saya ingat sekali sejak kecil ini diajarkan di sekolah! Hasilnya? Nggak ada yang mau tahu tanda ini tuh fungsinya apa. Padahal, buat saya ini sangat berfungsi ketika saya mau nyebrang. Makanya, seringkali, saya selalu sombong kalau nyebrang di zebro cross. Karena saya terlalu sebal sama pengendara yang malah ngebut di deket Zebra Cross! Jadinya, saya sebal!

Jadi, visi saya sangatlah jelas! Ingin MENYADARKAN PENGENDARA bahwa Zebra Cross itu adalah TEMPAT BUAT NYEBRANG ketika tidak ada JEMBATAN PENYEBRANGAN!

Jadi, kalau disambung dengan gerakan Jakarta Masker itu, semoga campaign ini juga bisa berjalan beriringan. Karena ini adalah masalah umum yang sering terjadi!

Walaupun terkadang si pejalan kaki juga suka melanggar peraturan. Ada jembatan penyebrangan, tapi malah nyebrang di tempat gak ada zebra cross. kalo ketabrak, siapa yang salah? Buat saya, ya jelas-jelas si pejalan kaki. Dia sendiri yang membahayakan dirinya. Lain halnya, kalau dia sudah jalan di zebra cross tapi masih ditabrak juga, kalau kasus ini saya akan tuntut si pengemudinya!

Jadilah warga yang SADAR! Baik sebagai PENGENDARA maupun sebagai PEJALAN KAKI! TOh, kita sama-sama punya aturan kan? Kenapa aturan harus terus-terusan dilanggar? Kalau akhirnya kita juga selalu ngluh. padahal ini untuk kebaikan kita semua loh! Coba kalau gak ada peraturan? Ya, memang aturan itu HARUSLAH JELAS! makanya, ini saatnya kita memperjelas semua aturan yang ada bukan?

Semoga dan SEMOGA dan SEMOGA Jakarta bisa jadi LEBIH BAIK dan gak BORING lgi! Amin!

2013-11-27 18.55.55

PS:
Tertarik membantu saya mengembangkan ide ini? Yuk, colek saya di Twitter @sihijau atau email ke irenewibowo25@gmail.com Kalau ada yang mau membantu mengembangkan ide ‘bodoh’ saya ini, saya berjanji akan sepenuh hati benar-benar berjuang menyadarkan orang JAKARTA untuk lebih MENGHORMATI SESAMA!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #FromWorkspace- Complain About Jakarta? Boring! at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: