#FromHome – You Belong in Here

13 December 2013 § Leave a comment

Kejadian yang tidak terduga pasti sering kita alami dalam setiap hidup kita. Entah mengalami kehilangan, penolakan atau justru mendapatkan berkat yang melimpah. Tidak perlu menunggu sampai satu menit untuk melihat hal yang baru karena dalam hitungan detik saja kita sudah bisa melihatnya.

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi berikutnya. Tapi kita akan selalu tahu kalau kita bisa mendapatkan apa yang kita pikirkan. Kenapa? Sederhana, apa yang kita bayangkan, apa yang ada di dalam pikiran kita setiap hari, itu ibarat sebuah lukisan. Namun, lukisan yang kita buat ini akan bergerak dan menjadi nyata suatu hari nanti. Asalkan, kita mau percaya.

Dulu, saya selalu bertanya-tanya, “kenapa sih saya ada disini?” Pertanyaan berikutnya, “apa sih yang bisa saya berikan kepada orang lain?” Lalu, seiring berjalan waktu, saya menyadari setiap jawaban dari pertanyaan saya ini. Bahwa saya ada disini karena saya istimewa. Saya memiliki kelebihan dan kekurangan yang istimewa. Itulah hal yang paling saya percayai! That’s why, saya diberikan tugas dan kesempatan untuk hidup disini. Meskipun dunia terlihat menolak saya, tapi kalau saya yakin akan keistimewaan saya itu, saya pasti bisa menjadi sesuatu yang berharga.

Saya jadi teringat saat saya pertama kali ikut retret di gereja saya. Sebelum ikut retret terebut, saya punya vision, bahwa saya ingin sekali masuk ke dalam komunitas di gereja saya. Saat itu, hati saya begitu rindu ingin mendapatkan pelajaran tambahan tentang hidup dan memiliki banyak teman. Apakah saya takut? Ya, karena saya tidak mengenal siapapun.

Tapi, saya tetap nekat untuk ikut retret itu sendiran. Tahu apa yang terjadi? Sepanjang saya ikut retret, saya tersenyum. Benar-benar tidak bisa berhenti. Sampai-sampai, panitia retret memilih saya paling akhir untuk masuk ke dalam ruangan rekonsiliasi. Tentu,saya penasaran, kenapa saya terakhir?

Mereka hanya bilang begini, “iya, kamu keliatannya sangat menghayati doa kamu. Soalnya, kamu tersenyum sepanjang bedoa.”

Tentu, saya ingat benar kejadian di hari itu. Senyum saya itu karena saya bersyukur sekali bisa ikutan retret dan memiliki banyak kenalan. Senang sekali dan rasanya saya benar-benar memang direncanakan untuk hidup disini. Dan saya bersyukur karena kejadian itu, saya bisa menjadi seorang yang mudah bergaul dan berteman dengan siapapun.

Tapi, perjalanan saya tidak berhenti sampai disitu. Sepanjang perjalanan hidup saya, tentu badai, hujan dan angin kencang tidak pernah berhenti menerpa saya. Ya, saya masih sering mengeluh, iri dan bahkan “jahat” sama orang lain.
Namun saya kebali berpikir bahwa hal ini bukan berarti membuat saya orang yang buruk. Mengapa? Karena hingga deting ini, saya masih tetap mencoba dan terus mencoba untuk terus menjadi diri saya yang paling baik dan tidak menyia-nyiakan waktu saya untuk hidup di dunia ini. Dengan cara apa? Mungkin, melalui beberapa langkah sederhana dibawah ini yang terus saya coba terapkan setiap hari:

1. Don’t Stop To Smile!

Saya pernah berhenti tersenyum sama orang-orang disekitar saya, ketika saya menuruti mood buruk saya. Apa reaksi yang terjadi? Saya jadi orang yang super duper menyebalkan, bahkan untuk diri saya sendiri. Ibaratnya, hujan turun besar sekali diikuti sama badai yang menerjang begitu kuatnya.

Maka dari itulah, saya pun terus belajar untuk tersenyum. Saya ingat bagaimana hati saya, ketika orang memuji saya begini, “Kamu ceria banget ya, kayak gak ada masalah gitu.”

That’s my first positive life. I can embrace joy. Jadi, setiap hari, saya lebih memilih untuk tersenyum bahkan disaat saya menangis.

e7d53e32dd11cc86820d22643ad01f7a

2. Imagine your Beautiful Life

Membayangkan adalah hal yang paling saya suka. Saya sering sekali membayangkan bagaimana rasanya keluar rumah, terus langsung disambut sama udara yang super dingin plus salju. Terus disapa sama orang barat karena saya tinggal di London, Eropa. Saya tahu, itu gambaran yang paling cheesy. Tapi buat saya, itu beautiful life sederhana yang membuat saya bahagia.

Hal lain yang sering saya bayangkan adalah saya melihat diri saya berada di sebuah perpustakaan sekaligus cafe yang nyaman sekali. Disitu, saya bertemu dengan orang-orang pencinta buku dan kita berdiskusi tentang buku. Di lain harinya, saya akan bertemu dengan berbagai blogger dari seluruh dunia. Jadinya, di tempat itu sedang di adakan conference blogger seluruh dunia. Wah, pastinya sangat menyenangkan.

Tapi, hal yang akan lebih membahagiakan saya adalah ketika saya bisa menjadi seorang volunteer. Saya pergi ke suatu tempat yang tenang, saya akan membantu warga di daerah tersebut,lalu saya akan menulis buku.

Wah, pastinya akan sangat sangat sangat menyenangkan.

Tahu tidak? Bayangan kebahagiaan ini adalah bagian dari ucapan syukur atas hidup kita loh! Jadi, tidak sulit bukan?

a0f670f06162446c9925c4101fe65472

sumber gambar

3. Love People, Don’t be Selfish!

528491_391080800981536_2036941807_n

Saya mungkin termasuk orang yang sombong dan egois. Jujur, saya tidak suka hal ini terjadi dalam diri saya terus menurus. Oleh karena itulah, saya mencoba meletakkan keegoisan saya dan kesombongan saya ini sedikit dibelakang. Saya nggak mau semua berputar tentang saya dan saya. Tapi saya juga mau memikirkan orang disekitar saya.

INilah yang mulai saya lakuka. Saya mencobanya sama mama saya. Mungkin, hubungan saya tidaklah begitu baik. Tapi, buat saya, mama adalah orang yang berhasil mengubah hidup saya menjadi saya seperti ini. Saya mencoba memaafkan sedikit demi sedikit kekurangannya. Dengan begitu, saya akan lebih mudah untuk mencintainya.

Saya ingat, dalam sebuah kesempatan interview dengan salah satu pemimpin di komunitas LOJF, dia bilang begini, “saya mau lebih banyak mencintai sesama. Love God, Love
People!”
Saya setuju dengan pernyataannya ini. Benar, kita harus belajar untuk mencintai sesama kita.

4. Be POSITIVE!

Setiap hari, jangan lewatkan kesempatan untuk berpikir positif. Semua akan baik-baik saja. Selalulah flashback atas berkat yang telah kamu terima. Lalu, jangan lupa ucapkan syukur dan terima kasih untuk berkat yang akan kamu terima setiap harinya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #FromHome – You Belong in Here at Catatan Si Hijau.

meta