#JustThought -what if

10 December 2015 § Leave a comment

apa jadinya kalau hidup itu sama terus? nggak kayak rollercoaster.

Well, mungkin itu rasanya surga. Namun, selama masih ada di dunia, rasa surga itu nggak selalu bisa dirasakan.

Hari ini mungkin bisa tertawa lebar. Tapi nggak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok. Bisa saja makin sedih atau justru malah marah.

Apa jadinya kalau nggak ada yang namanya “doa”? Mungkin berarti gak ada vitamin dan bisa-bisa kehidupan malah makin lemah.

Yup, doa itu bagaikan kekuatan. Disaat ketakutan, doa itu cukup bisa jadi pembangkit keberanian. Karena doa mengantar kita pada pikiran positif. Jadinya, kita bisa melihat harapan.
Apa jadinya kalau nggak ada namanya rasa sakit? Bisa jadi, kita nggak pernah bersyukur sama kesehatan alias menjadi sombong. Padahal, sakit itu mungkin bagian dari hidup yang bisa membuat kita kuat.

Apapun sakit yang dirasakan, mungkin ada penderitaan disitu. Tapi, bisa jadi justru sakit itu yang akan membawakan kita pada kedamaian.

Melihat hidup memang harus seperti menatap dua sisi koin yang saling melengkapi. Kesabaran akan menjauhkan kita dari ketergesahan.  Cinta akan membuka mata akan ketidaksempurnaan. 

Karena hidup memang hanya perlu dijalani apa adanya. you never walk alone.
*cuma pikiran random 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #JustThought -what if at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: