#Day73- Surrender

13 March 2016 § Leave a comment

That thing. It is kind a hard to understand. It’s about love.

Sejak kecil, aku selalu terpana dengan sebuah cinta.  Dia memang abstrak, tak ada bentuk, namun punya rasa yang begitu indah. Dia tidak mudah untuk dimengerti, karena terkadang Dia hanya ingin dilihat sebagai bentuk yang nyata. Dia, sederhana. Tidak ada kemegahan, elegant atau kekayaan apapun saat kau bersama dengan Dia.

Mungkin, karena Dia adalah cinta yang dibentuk dari rasa bentuk kasih. Dia tidak memandang bulu, Dia tidak memandang ras, Dia menganggap semuanya adalah sama. Cinta yang Dia berikan untukku, Cinta yang Dia berikan untuk kamu. Semua sama rata.

Ketika aku beranjak dewasa, cinta yang aku lihat begitu indah berubah menjadi begitu menakutkan. Cinta mulai mengkhianati aku, cinta mulai menyakiti aku, cinta mulai membuat aku menjadi seorang penakut. Terkadang, aku mengira aku hanya berpura-pura tegar ketika disakiti, aku berpura-pura menerima saja ketika dikhianati, namun di dalam hatiku, aku sangat terluka. Cinta yang indah berubah menjadi borok yang membekas.

Tidak sampai disitu aku mengenal cinta. Dia datang terus dan terus menerus. Menawarkan cinta yang indah namun menakutkan. Sehingga hatiku terasa panas, ingin berteriak marah, ingin berteriak membenci, ingin beteriak pergi, namun, tak sanggup aku lakukan. Karena cinta itu tetap indah ketika terasa di dalam hati ini.

Aku pun, mulai melihat cinta yang nyata. Ia memang menakutkan. Yang membuat aku takut itu, bukan pada cinta, tetapi ketika aku merasakan cinta itu menakutkan. Mungkin sebenarnya, cinta itu hanya ingin mengukirkan pahatan bentuk diriku yang terbaik atau sebuah goresan pena tentang cerita seorang aku yang istimewa.

Karena itulah, aku tak bisa membuatnya pergi dari hidupku. Karena itulah, Dia terus bersemayam di dalam hatiku.

Waktu pun terus bergulir. Tiba waktunya, semua doaku dari masa kecil hingga sekarang terjawab satu per satu. Keinginan untuk melihat cinta yang sesungguhnya. Dari sosok seorang pria yang aku rindukan teramat sangat, dari pekerjaan yang aku lakukan, dari perjalanan yang ingin aku lalui dan dari persahabatan yang terbentuk hingga sekarang.

Indah? Ya, Cinta tetap indah. Menakutkan? ya, cinta tetap membuat aku takut pada rasa ketakutan itu.

 

Namun, ada satu hal istimewa yang diajarkan cinta padaku. Bahwa aku harus bepasrah.

 

Bukan untuk diam tanpa melakukan apapun, namun hanya perlu berdiam dan membiarkan cinta merangkai setiap rencana yang aku buat agar senada dengan cerita yang cinta goreskan pada ku.

Karena Cinta itu adalah Kasih. Dan kasih itu adalah semesta. Sedangkan semesta itu adalah Tuhan.

 

*Jangan takut, anakKu!*

Faktanya, ada 366 kalimat singkat, “Jangan takut!” yang tertulis di dalam sebuah alkitab. Jadi, percayalah pada Cinta!

Tagged:

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #Day73- Surrender at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: