Day170- Is it?

27 June 2016 § Leave a comment

Hidup itu tidak bisa dilewati dengan hari yang sama. Bahagia selalu atau sedih selalu. Kalau tidak, harapan takkan pernah ada. Benar bukan?

Perjalanan melalui masa lalu, menyenangkan atau menyedihkan, memang tak selalu mudah. Namun, kedewasaan dalam melewatinya akan membuat kita lebih mencintai hidup. Benar bukan?

Pikiran yang akan membunuh hidup secara perlahan adalah ketika berasumsi bahwa semuanya akan menjadi buruk, semuanya jahat, semuanya punya maksud tertentu. Namun, tanpa pikiran itu, tidak akan ada namanya semangat hidup untuk melihat dunia dalam kacamata warna-warni, yaitu, sesuatu yang menghidupkan. Benar bukan?

Mimpi akan selalu menghidupkan apa yang telah mati di dalam diri. Terkadang, mimpi menjadi menakutkan ketika asumsi pertama adalah “tidak bisa.” Terkadang, mimpi akan menjadi nyata ketika kata “aku bisa” terus terucap di dalam pikiran. Karena itulah, mimpi dalam hidup ada untuk memberikan pelajaran tentang dunia. Benar bukan?

Cinta tidak akan bertahan ketika tidak mau mengerti. Bahwa, telinga seseorang ada untuk mendengar. Bahwa, jantung seseorang berdetak untuk bernafas. Bahwa, mulut seseorang ada untuk berbicara. Bahwa, mata seseorang berarti untuk melihat. Cinta akan mengerti, ketika dalam diri sendiri mau mengerti. Benar bukan?

Jatuh cinta. Ia tidak akan bernafas, ketika kita tidak membiarkannya terjatuh. Tidak mudah, memang. Melalui cinta, apalagi bersama seseorang yang baru dikenal. Namun, proses jatuh cinta itulah yang akan membuat cinta terlihat nyata dan bukan sekedar angan belaka. Benar bukan?

Menghargai hidup, berarti menghargai hari dan detik yang kita lalui. Baik dan buruk waktu itu, akan membuat kita semakin melihat mimpi, cinta, pikiran dan perjalanan yang nyata. Bahwa, hidup hanya sesederhana bersyukur. Masa depan adalah mimpi dan doa, masa lalu adalah pelajaran, masa ini adalah saat belajar. Benar bukan?

Biarkan aku terus mengerti, kebenaran yang mungkin selalu berbeda. Kebenaran yang mungkin menyakitkan. Kebenaran yang mungkin memberikan senyum. Karena terkadang hidup hanya butuh pembenaran dari apa yang dipikirkan, bukan?

 

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Day170- Is it? at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: