Day191- Afraid

19 July 2016 § Leave a comment

Mungkin ketakutan adalah sahabat terbaik dalam hidup ini. Ketidaktentuan dunia membuat hidup terlihat seperti warna hitam yang gelap. Tak kala matahari tiba, air mata pun tak kunjung kering karena melihat dunia yang tak pasti ini.

Cinta, dikatakannya indah. Namun, realita keindahan dari cinta itu tak semudah yang dipertontokan banyak orang. Mengalahkan ego, meluangkan waktu, apakah semua bisa melakukan tersebut demi cinta?

Menunggu? Takkan ada yang menyukai masa-masa harus menunggu menunggu dan MENUNGGU! Ibarat borgol dalam ketakutan, kata itu akan terus mengikat dan menghantui dalam tidur.

Meski pagi telah tiba, malam tak kan pernah terlupakan karena ketakutaannya melekat lebih dari darah yang mengalir dari dalam tubuh.

 

Bagaimanakah harus tenang? Menangis? Belaga cuek? Atau harus bicarakan seakan memenjarakan burung yang harusnya terbang bebas? Mesksipun sayang itu ada, namun bisakah ia menjadi burung?

 

Tentu tidak! Mengalah itukah yang diinginkan oleh cinta? Terus menunggu, menunggu dan menunggu. Hingga membalasanya untuk merasakan yang sama. Lalu, apa setelah itu?

Ketakutan tetap ada dan ada. Sampai ke akar, ia akan menembus batas yang tak terlihat. Hingga akhirnya ia tumbuh menjadi bunga cantik.

 

Kapan? Tidak ada yang tahu, bahkan setan pun takkan bisa menebak kapan ia akan bermekar. Karena ketakutannya hanya dia rasakan, sebagai bagian mencinta diri.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Day191- Afraid at Catatan Si Hijau.

meta

%d bloggers like this: