BETI (beda Tipis)

11 March 2010 § Leave a comment

Antara cinta dan benci selalu ada beti.

Ketika merindu tapi tak ingin melihat itu karena beti ada disana.

Saat ingin melupakan namun selalu saja terkenang biasanya beti berada.

Lalu rindu tapi tidak suka, lagi-lagi beti disitu.

Terkadang sebal dengan kehadiran beti, tapi tak bisa dipungkiri bahwa beti berarti.

Berarti ketika harus mencinta hal yang tak mungkin.

Berarti ketika merindukan  yang akan dipandang.

Berarti ketika mengenang yang ingin dilupakan.

Beti, tidak buruklah kau.

Tapi buatlah aku mengerti, dimana sesungguhnya hati ini ada.

Sungguh-sungguhkah ingin mencinta?

atau sungguh ingin membenci?

bila ingin melupakan, bisakah mengenang?

Dan ketika rindu, ijinkan mata memandang walau sekejap.

Advertisements

Berteman dengan Damai

11 March 2010 § 2 Comments

” Bolehkah aku berteman denganmu?”

Tidak tahu apa? aku sedang kesal ini.

Maaf, bila aku mengganggumu. Namaku Damai.”

Lagi kesal, ngajakin damai lagi. Emang berantem ya kita?

Em, tidak apa kalau kau diam saja. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum.”

Orang lagi Bete diajak senyum? Udah gila kali nih orang ya?

Kamu sendiri aja ya disini?”

Emang ada orang lain ya?

Aku ingin menemanimu, boleh?”

” Apa maumu?”

Aku ingin berteman denganmu.”

“Aku tidak butuh teman. AKu sedang ingin sendiri!”

Bertemanlah denganku. Aku damai.”

Keras kepala.

” Apa yang bisa kau berikan padaku?”

” Damai.”

Hah?

“Karena itulah aku ingin berteman.

Maukah kau jadi temanku?”

Where Am I?

You are currently browsing the selembar kenangan category at Catatan Si Hijau.